Renungan Pagi Lukas 13:1-9 | Penderitaan dan Dosa

Renungan Pagi - Dasar Untuk Bermegah
Renungan Pagi Roma 4: 1-12 | Dasar Untuk Bermegah
2017
Renungan Harian - Penyalahgunaan Kasih Karunia
Renungan Harian Roma 6:1-14 | Penyalahgunaan Kasih Karunia
2017
Show all

Renungan Pagi Lukas 13:1-9 | Penderitaan dan Dosa

Renungan Pagi - Penderitaan dan Dosa


Renungan Pagi Lukas 13:1-9.  Renungan pagi ini diambil dari kitab Lukas 13, namun sebelumnya jangan lupa untuk berdoa dengan hati yang lemah lembut untuk menerima firman Tuhan.

  1. Berdoalah dengan hati yang lemah lembut untuk menerima Firman Tuhan hari ini
  2. Dua peristiwa itu rupanya sudah tersebar luas dari mulut ke mulut. Bagaimana mereka memandang ‘nasib’ orang-orang yang malang itu? (ayat 2 dan 4)
  3. Yesus menggunakan dua peristiwa tersebut dengan cara yang berbeda. Dimanakah letak perbedaannya? ( ayat 3 dan 5)
  4. Terkait dengan seruan agar mereka bertobat, Yesus mengemukakan perumpamaan tentang pohon ara ( ayat 6-9)
  5. Melalui perumpamaan ini, apa yang hendak Yesus ajarkan mengenai pertobatan?

Penderitaan dan Dosa

Orang-orang Yahudi di zaman Yesus cenderung menghubungkan penderitaan dengan dosa. “ Orang-orang yang mati dengan cara yang tidak lazim, pastilah orang-orang yang dosanya sangat besar, “ begitu pikir mereka. Kecenderungan seperti ini masih sering kita temukan di zaman ini, bahkan di dalam diri kita sendiri.

Kita sering menceritakan malapetaka yang dialami orang lain dengan menambahi kata-kata, “amit-amit” (semacam doa agar peristiwa serupa tidak menimpa kita). Mungkin, tanpa kita sadari, kita juga sering menggosipkan penderitaan orang lain dengan kesombongan rohani yang tersembunyi (bahwa nasib kita tidak seburuk mereka, karena Tuhan lebih berkenan kepada kita). Cara pandang seperti itulah yang ditegur oleh Yesus. Daripada menjadikan penderitaan orang lain sebagai gosip untuk menyombongkan diri, lebih baik menjadikannya sebagai panggilan untuk bertobat.

Yesus mengingatkan bahwa Tuhan sudah cukup sabar menunggu mereka bertobat. Tuhan mungkin memberikan kesempatan lebih dari satu kali, namun tentu saja akan datang kesempatan yang terakhir. Hal yang sama juga berlaku untuk kita.

Periksalah, apakah Anda cenderung mudah menghakimi kelemahan dan dosa orang lain? Apakah Anda cenderung marah atau berespon negatif ketika orang lain menunjukkan kekurangan Anda? Apakah Anda pernah menggosipkan kelemahan dan dosa Pemimpin, teman seiman, suami/ istri Anda di hadapan orang lain? [GKBJ – renunganhariankristen.com]

Daripada menjadikan penderitaan orang lain sebagai gosip untuk menyombongkan diri, lebih baik menjadikannya sebagai panggilan untuk bertobat.


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *