Renungan Remaja Matius 25: 14-30 | Tetap Berkarya walau ditengah Pandemi

Renungan-Remaja-Mazmur-86-12-13-Bersyukur-Selalu
Renungan Remaja Mazmur 86: 12-13 | Bersyukur Selalu
Renungan-Yeremia-1-4-10-Bisa-Karena-Bapa
Renungan Yeremia 1: 4-10 | Bisa Karena Bapa
Show all

Renungan Remaja Matius 25: 14-30 | Tetap Berkarya walau ditengah Pandemi

Renungan-Remaja-Matius-25-14-30-Tetap-Berkarya-walau-ditengah-Pandemi


Renungan Remaja Matius 25: 14-30 | Tetap Berkarya walau ditengah Pandemi. Semenjak pandemi COVID-19 merebak di seluruh dunia, semua kegiatan dan acara menjadi terhambat termasuk kegiatan belajar dan mengajar di sekolah Elsa. Elsa sudah tidak bisa masuk sekolah seperti biasa dan belajar di rumah saja. Elsa jadi memiliki waktu yang sangat banyak di rumah, tetapi ia tidak bisa pergi kemana-mana untuk sekadar bertemu dengan teman dan jalan-jalan. Elsa merasa sangat bosan di rumah walaupun ia menghabiskan waktu luangnya untuk menonton berbagai macam film seri, menonton youtube, dan bermain game. Suatu hari, Elsa tanpa sengaja menonton video rekomendasi youtube yang berisi seminar bermanfaat kepada anak muda. Video tersebut mengajak anak-anak muda seperti Elsa untuk menggali potensi yang dimiliki dan tetap berkarya dan berpikir kreatif di rumah walaupun memiliki ruang dan fasilitas yang terbatas. Jika dipikir-pikir Elsa sangat gemar menulis, oleh sebab itu ia bertekad untuk mengasah kemampuan menulisnya. Ia memulai menulis cerpen remaja dan mengirimnya ke alamat email penerbit untuk dikoreksi. Ia belajar banyak hal dari menulis, ditambah lagi editor sangat baik pada Elsa dan memberi masukkan-masukkan untuk hasil karyanya, sehingga tulisan Elsa menjadi semakin tajam dan baik dari waktu ke waktu. Pada akhirnya, Elsa mendapat uang dan hadiah serta pujian dari pembacanya terkait dengan hasil karya-karyanya yang dikirim “Ternyata, aku tetap bisa produktif, walau aku di rumah aja”, ujar Elsa dalam hati.

Tetap Berkarya walau ditengah Pandemi

Dalam bacaan Matius 25:14-30, Tuhan Yesus juga mengajak kita untuk senantiasa mengembangkan potensi yang dipercayakan kepada kita. Setiap orang pasti memiliki potensi yang berbeda-beda, dan potensi tersebut harus diasah agar berguna bagi diri sendiri dan orang banyak. Terkadang, kita sering merasa kita tidak berguna atau bingung mau berbuat apa, apalagi di tengah kondisi pandemi seperti ini yang menyebabkan kita terjebak dalam kamar kita dalam waktu yang lama. Namun, hendaknya kita sebagai anak-anak Tuhan tidak menganggap hal ini sebagai sebuah hambatan untuk menggali potensi kita dan terus berkarya. Potensi adalah sebuah kemampuan dasar yang dimiliki manusia dan sangat mungkin untuk dikembangkan, misalnya bila seseorang merasa potensinya adalah berdagang, ia bisa mengasah potensinya dengan mencoba bisnis online, bila seseorang merasa potensinya berada di bidang kuliner, ia bisa membuat vlog untuk mereview makanan dan membuat survey makanan. Pasti kita memiliki potensi, tidak mungkin tidak ada, tinggal apakah kita memiliki niat untuk mengasah potensi tersebut. Dengan demikian, setelah pandemi berlalu, kita sudah berhasil mengasah potensi kita dan siap memanfaatkan hasil kerja keras kita selama di rumah untuk diterapkan di lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. So, yuk tetap berkarya di rumah!

 

List to do

  1. Berdoa dan memohon petunjuk Tuhan.
  2. Membuat list atau grafik tentang apa yang menjadi kelebihan dan hobimu.
  3. Pilihlah salah satu kelebihan dan hobimu yang mungkin dapat diasah selama beberapa bulan di rumah.
  4. Kemudian buat list mengenai hal-hal apa saja yang kamu perlukan untuk menekuni potensimu tersebut.

 

Penulis: Ester Lisnati

 

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *