renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap
renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap

Renungan 7 Juli 2022: Lukas 12: 13-22 (Kekuatiran Berbuah Ketamakan)

Renungan Harian Lukas 12: 13-22 (Kekuatiran Berbuah Ketamakan) Kompas.com menceritakan kisah pengemis bernama Eisha. Ia mengemis di jalanan padat di Jeddah selama 50 tahun umur hidupnya. Harta dari hasil mengemisnya yang dikumpulkannya berjumlah 3 juta riyal atau setara 9 miliar rupiah, perhiasannya sebesar 3 miliar rupiah, dan 4 buah bangunan di distrik Al-Balad, Jeddah. Sahabatnya sendiri menasihatinya untuk berhenti mengemis tetapi Eisha menolak. Eisha berasalan, ia kuatir akan hari depannya. Ia harus berjaga-jaga dari masa susah. Sampai meninggalnya pada usia 100 tahun, Eisha tak membawa segenggam uang pun di peti matinya. Semua hartanya disita pemerintah setempat.

Kekuatiran Berbuah Ketamakan

Memang, setiap hari kita perlu bekerja keras untuk mendapatkan uang. Semuanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kita dan keluarga. Memang mencari uang tidak salah, bahkan itu wajib. Menjadi keliru ketika motivasi mencari uang menjadi kebablasan dan berubah menjadi motivasi “mengumpulkan” uang. Motivasi ini cepat sekali menggeser seseorang menjadi tamak (Mat. 6: 19).

 

Dengan bisa mengumpulkan banyak uang, biasanya orang lalu berharap untuk bisa beristirahat, makan, minum, dan bersenang-senang lebih lama. Ini siklus ketamakan yang egois. Tuhan tahu akar masalah ini, yaitu kekuatiran. Kuatir miskin, kuatir lapar, kuatir susah. Kuatir ini membuat seseorang menjadi egois, bermain aman, dan tak peduli roang lain. Semuanya yang ia pikirkan hanyalah ego dan rasa aman. Selanjutnya, seseorang yang dikuasai kekuatiran akan merampas hak orang. Itulah ketamakan. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda menyimpan benih kekuatiran hari ini? Hati-hatilah seriang kekuatiran membuahkan ketamakan. Jangan sampai Anda menjadi tamak. Jagalah hati dengan mengikuti firman Tuhan. (stf)

 

BACA JUGA:  Renungan Harian Lukas 9: 26

Leave a Reply

Your email address will not be published.