Renungan Harian Yakobus 5:13-18 | Memberdayakan Komunitas

Khotbah Kristen - hadiah-hadiah kebangkitan yesus
Khotbah Kristen Yohanes 20:11-21 | Hadiah-Hadiah Kebangkitan Yesus
2017
renungan harian kristen - membasuh jubah
Renungan Pagi Wahyu 22:12-17 | Membasuh Jubah
2017
Show all

Renungan Harian Yakobus 5:13-18 | Memberdayakan Komunitas

renungan harian kristen - Memberdayakan Komunitas


Renungan Harian Yakobus 5:13-18. Renungan harian hari ini diambil dari kitab Yakobus, berdoalah terlebih dahulu dengan hari yang lemah lembut untuk menerima Firman Tuhan.

  1. Sikap apa yang Yakobus ajarkan kepada mereka yang menderita? Sikap apa yang Yakobus ajarkan kepada mereka yang bergembira? Apa kesimpulan Anda? (ayat 13)
  2. Apa saja yang Yakobus ajarkan mengenai doa?
  3. Mengapa mereka juga diperintahkan untuk saling mengaku dosa? (ayat 14-16)
  4. Yakobus menyebutkan nabi Elia sebagai contoh bagi mereka. Hal apa saja yang dapat kita pelajari dari contoh ini? (ayat 17-18)

Memberdayakan Komunitas

Di bagian akhir suratnya, Yakobus mengajak para pembacanya melihat kekuatan sebuah persekutuan. Yakobus menunjuk kepada kebiasaan yang berlaku pada waktu itu: memanggil penatua ketika seseorang sakit, mendoakan sambil mengoleskan minyak, dan saling mengaku dosa (pada waktu itu, biasanya dilakukan oleh orang yang sakit itu kepada penatua yang mengunjunginya). Tidak semua kebiasaan itu dilakukan dalam gereja, masa kini. Namun secara prinsip, gereja tetap harus menjadi sebuah komunitas yang mempersatukan setiap anggota jemaat ketika mereka menghadapi suka-duka kehidupan ini.

Firman Tuhan menyarankan adanya keterbukaan diantar anggota jemaat, baik pada waktu menderita maupun ketika bergembira. Kita bernyanyi bersama ketika bergembira, dan kita saling mendoakan ketika menghadapi penderitaan. Begitu juga ketika berjuang menghadapi dosa, maka dosa itu akan diampuni dan penyakit yang terkait dengan dosa itu akan disembuhkan.

Sejak dahulu, gereja merupakan sebuah komunitas bagi setiap pengikut Kristus untuk menghadapi suka-duka kehidupan ini. Disamping peranan para pemimpinnya (para penatua), juga diperlukan keterbukaan dan kedewasaan setiap anggota jemaat agar fungsi persekutuan itu bisa berjalan dengan baik. Kita semua, anggota gereja, adalah manusia biasa. Namun didalam persekutuan yang indah itulah kita memiliki doa yang “besar kuasanya”.

Apakah saat ini Anda telah memilki sebuah komunitas dimana Anda dapat terbuka mengenai dosa Anda? Pilihlah seorang yang dapat Anda percaya untuk mendoakan dan mementor Anda sampai Anda mengalami kemenangan terhadap dosa yang selama ini belum dapat Anda kalahkan! Jika sudah, siapkan diri Anda untuk menjadi orang yang dapat dipercaya, sehingga orang lain merasa aman untuk terbuka kepada Anda! [GKBJ – Renunganhariankristen.com]

Persekutuan yang indah dimulai dari keterbukaan. Keterbukaan dimulai dari menghargai rahasia pribadi orang lain.


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *