Renungan Harian Yohanes 5: 1-18 (Bekerja Meningkatkan Kemampuan). “Bekerja untuk kesenangan, bukan untuk gaji saja!” Demikian orang-orang Jepang menganut filososfi ini. Tentu saja orang Jepang juga tidak bekerja tanpa gaji atau gaji yang rendah. Namun, jika mereka sudah menerima gaji yang lumayan, mereka akan bekerja untuk kesenangan. Bagi orang Jepang, kerja itu seperti permainan yang bermain bersama dengan kawan yang akrab. Biasanya di Jepang kerja dilakukan satu tim. Ia ingin berhasil dalam permainan ini dan ingin menaikkan kemampuan diri sendiri. Baginya, kawan-kawan yang saling mempercayai sangat penting.

Bekerja Meningkatkan Kemampuan

Demikian juga, Tuhan Allah kita adalah pribadi yang suka bekerja. Pernyataan Yesus, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang” menunjukkan bahwa masih banyak proyek kerja yang terus dikerjakan-Nya dan diselesaikan-Nya. Tuhan, tidak pernah bosan bekerja dengan alasan apapun. Bahkan ketika Dia telah menyelesaikan pekerjaan-Nya, Dia mengambil waktu istirahat sejenak. Lalu, Dia akan mengerjakan hal-hal yang baru. Mencari jiwa-jiwa yang terhilang untuk diselamatkan adalah hal penting yang masih terus Tuhan kerjakan.

Bagaimana dengan kita? Jujur, tidak sedikit kita bekerja hanya untuk uang. Padahal bekerja adalah panggilan Tuhan atas manusia. Tak jarang, ketika kita sudah mendapatkan upah yang cukup bahkan berlebih, kita lebih suka beristirahat, dan menikmati upah tersebut. Bahkan ada yang berpendapat bahwa tidak perlu lagi bekerja (pensiun).

Bekerja bukan sekadar untuk mendapatkan upah, tetapi juga untuk kesenangan dan meningkatkan kemampuan diri. Tuhan menghendaki kita terus mengembangkan kemampuan yang telah Dia percayakan. Jika kita berhenti bekerja, kemampuan kita akan mandeg bahkan terus menurun. Sebaliknya, terus bekerja akan memacu kemampuan kita. (sam)