Renungan-Harian-Markus-6-1-6a-Pelanggan-yang-Sulit
Renungan Harian Markus 6: 1-6a | Pelanggan yang Sulit
22 Juni 2019
Renungan-Harian-Amos-5-14-15-Mencari-yang-Baik
Renungan Harian Amos 5: 14-15 | Mencari yang Baik
23 Juni 2019
Show all

Renungan Harian Lukas 23: 24

Renungan-Harian-23-Juni-2019

Renungan-Harian-23-Juni-2019



Renungan Harian Lukas 23: 24. Jika Yudas Iskariot adalah penjahat paling buruk di dalam Alkitab, maka Pontius Pilatus adalah orang kedua setelahnya. Pilatus adalah gubernur Yudea untuk kekaisaran Romawi selama Yesus pelayanan di bumi. Dalam sekejap Roma menguasai Yahudi, maka dari itu orang-orang Yahudi sangat membenci Romawi, dan tugas Pilatus adalah untuk menjaga keamanan dan kedamaian.

Jadi ketika para pemuka agama Yahudi membawa Yesus kepada Pilatus, mereka menuduh Yesus melakukan kejahatan besar karena Ia ingin menjadi seorang raja, dan Pilatus tahu bahwa ia sedang dalam posisi yang terjepit. Tetapi Pilatus tidak bodoh. Setelah beberapa kali mempertanyakan Yesus, ia sadar bahwa Yesus tidak bersalah sama sekali. Lukas 23:4 berkata “Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.”

Setelah dipanas-panasi dan didalangi oleh para pemimpin yang membenci Yesus, kumpulan orang banyak itu kemudian berteriak “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” (Lukas 23:21). Kemudian Pilatus menjawab mereka “Kenapa? Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini?” (Luk 23:22). Tapi mereka justru berteriak lebih keras lagi “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Sebenarnya Pilatus berupaya ingin membebaskan Yesus yang tidak terbukti bersalah tetapi orang Yahudi berkata “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.” (Yoh 19:12). Ini sangat mengguncang Pilatus. Ketika Pilatus mulai merasakan bahwa akan terjadi kerusuhan akhirnya Pilatus mengabulkan tuntutan mereka dan mengumumkan Yesus akan dihukum mati dengan disalib.

APAKAH ARTINYA?

Sebagai gubernur, Pilatus mempunyai otoritas yang sangat besar dan memiliki banyak prajurit perang yang terlatih yang melayaninya. Dia bisa saja dengan sangat mudah mendeklarasikan ketidakbersalahan Yesus dan mendukung putusannya dengan ‘kekuatan’, jika diperlukan. Namun, ia merasa ancaman bagi kekuasaan dan posisinya, dia mundur dan mempertahankan posisi yang dimilikinya sendiri. Pilatus tidak ingin mendapatkan kabar bahwa posisinya dicabut oleh Tiberius Caesar, raja Roma, karena dia tidak dapat menjaga hukum dan ketertiban di daerahnya sendiri. Jadi dia mengabaikan semua alasan, moralitas, dan keadilan hanya demi memperhatikan kepentingan dirinya sendiri. Apa yang akan anda lakukan jika anda berada diposisi Pilatus yang memiliki kekuasaan dan juga kehormatan?

Apakah anda akan melalukan seperti yang dilakukan oleh Pilatus atau justru anda akan mengutamakan keadilan dan mengutamakan orang lain? Jangan seperti Pilatus. Sebagai gantinya, ikuti perintah yang ada di Filipi 2:4 “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Dengan demikian, anda seperti Penyelamat anda, yang menanggung ketidakadilan Pilatus untuk kebaikan saudara.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Baca dan hafalkan Filipi 2:4

APAKAH ANDA TAHU?

Pilatus diturunkan dari jabatannya karena tidak kompeten pada tahun 36, beberapa tahun setelah Yesus disalib. (Renungan Harian Lukas 23: 24)

baca juga: Renungan Harian Yohanes 18:28-38a | Apakah Kebenaran itu?



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan