Renungan Harian Kristen 1 Yohanes 3:1-10 | Penyalahgunaan Status Anak Allah

renungan harian kristen - Ibadah Sia-sia dan Murni
Renungan Pagi Yakobus 1:19-27 | Ibadah Sia-sia dan Murni
2017
renungan harian kristen - Allah Sejati dan Manusia Sejati
Renungan Malam Kolose 1: 15-23 | Allah Sejati dan Manusia Sejati
2017
Show all

Renungan Harian Kristen 1 Yohanes 3:1-10 | Penyalahgunaan Status Anak Allah

renungan harian kristen - penyalahgunaan status anak allah


Renungan Harian Kristen 1 Yohanes 3:1-10. Setelah membaca ayat bacaan Alkitab hari ini, silahkan jawab terlebih dahulu pertanyaan renungan berikut ini:

  1. Yohanes mengingatkan status kita sebagai anak-anak Allah (ayat 1). Apa keistimewaan yang hendak ditekankan Yohanes dengan status ini? (ayat 2)
  2. Apa hubungan antara status anak Allah itu dengan kehidupan kita di masa kini? (ayat 3)
  3. Yohanes menyebutkan dua alasan, mengapa kita tidak boleh berbuat dosa. Temukan dua alasan itu (ayat 4-6)
  4. Apa yang membuat kita jatuh dalam dosa? Apa yang dapat membuat kita tetap hidup dalam kebenaran? Melalui uraiannya tentang asal mula dosa dan asal mula kebenaran, apa yang hendak diajarkan Yohanes bagi kita? (ayat 7-9)
  5. Yohanes menyebutkan bahwa ada tanda perbedaan antara anak-anak Allah dan anak-anak iblis (ayat 10). Temukan dua tanda yang disebutkan Yohanes disini.

Penyalahgunaan Status Anak Allah

Pada waktu surat Yohanes ditulis, banyak beredar ajaran guru-guru palsu dari aliran Gnostik. Mereka mengajarkan bahwa manusia yang sejati adalah roh, sedangkan apa yang terjadi pada tubuh jasmani tidaklah penting. Tubuh ini pada dasarnya adalah jahat, karena itu tidak ada salahnya kalau keinginannya dipuaskan. Mereka mengatakan, bisa saja orang berbuat dosa dengan tubuhnya tanpa merugikan rohnya. Tentu saja, ajaran tersebut sangat bertolak belakang dengan ajaran kekristenan.

Pada zaman ini, banyak orang Kristen menekankan statusnya sebagai anak-anak Allah, namun dengan pemahaman dan motivasi keliru. Ada yang menyebutkan status ini dengan pemahaman bahwa dia akan mendapatkan apa yang dibutuhkannya dengan lebih mudah. Ada juga yang menyebutkannya untuk menyombongkan diri. Dalam Alkitab, status anak Allah diberikan bukan dengan tujuan-tujuan seperti itu. Kita harus mengingat status kita sebagai anak Allah justru agar kita tetap mempertahankan kehidupan kita yang murni. Kita mengingat status itu agar kita lebih sungguh-sungguh berjuang melawan dosa. Dengan status sebagai anak Allah, kita diyakinkan bahwa didalam kita ada benih kebenaran yang memampukan kita menang melawan dosa.

Periksalah dengan jujur, seberapa cocok kehidupan sehari-hari Anda dengan status Anda sebagai anak Allah? Berkaitan dengan itu, pernahkah Anda mendapatkan pengakuan dari orang-orang didekat Anda, atau malahan sebaliknya? Tuliskan, dalam hal apa Anda perlu berubah? [GKBJ – Renunganhariankristen.com]

Banyak orang kristen terlalu cepat menyerah melawan dosa karena tidak menyadari bahwa benih kebenaran telah ada didalam dirinya


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *