Renungan-Harian-27-Juni-2019
Renungan Harian Lukas 23: 34
27 Juni 2019
Renungan-Harian-29-Juni-2019
Renungan Harian Ibrani 9: 14
29 Juni 2019
Show all

Renungan Harian Yesaya 53: 9

Renungan-Harian-28-Juni-2019

Renungan-Harian-28-Juni-2019



Renungan Harian Yesaya 53: 9. Joseph Paul DiMaggio dilahirkan di Martinez, California, pada 25 November 1914. Ia disebut-sebut sebagai pemain bisbol terbaik Amerika, setelah Babe Ruth, pada pertengahan abad ke-20. DiMaggio memulai karir profesionalnya sebagai atlet bisbol di San Francisco Seal dari Liga Pantai Pasifk sebagai shortstop. Musim pertamanya tahun 1933, DiMaggio bermain penuh di sudut kanan, dan mencetakan angka pukulan sebanyak 340 poin, dengan 28 di antaranya menghasilkan home run.

Pada 1934, DiMaggio berhasil meningkatkan kualitas permainannya, dengan mencetak 398 angka dan 34 home run. Berkat penampilan apiknya itulah DiMaggio banyak dilirik oleh klub-klub besar, hingga akhirnya pilihan jatuh kepada New York Yankee, yang membelinya pada musim tahun 1934. Ia menunjukkan bahwa dirinya layak untuk bermain bersama Yankee.

Pada musim pertamanya, DiMaggio bermain sangat baik di lapangan tengah. Bahkan hingga saat ini, ia dianggap sebagai pemain terbaik yang pernah mengisi posisi tersebut. DiMaggio memimpin Yankee selama 13 musim, termasuk 10 kemenangan Seri Dunia. Selama memimpin Yankee, ia pun terpilih menjadi Pemain Paling Bernilai selama tiga kali, yaitu tahun 1939, 1940, dan 1947. Hampir di setiap pertandingan Yankee, DiMaggio selalu menjadi penentu kemenangan, maupun penyelamat tim.

Upayanya yang paling terkenal di tim Yankee adalah mencetak rekor besar liga dengan melakukan pukulan aman dalam 56 pertandingan secara berturut-turut. Keberadaan DiMaggio di dalam Bisbol dianggap menjadi alasan rakyat Amerika mulai menyukai olah raga tersebut. Bahkan setelah Perang Dunia II berakhir, permainan DiMaggio di lapangan dipercaya mampu memberikan semangat menghilangkan kegelisahan di tengah masyarakat.

Joe DiMaggio yang dikenal sangat ramah dan baik hati, mengundurkan diri dari olah raga yang telah membesarkannya itu pada 1951, dengan menyandang gelar pemain terbaik setelah Babe Ruth. Tahun 1957, DiMaggio masuk dalam daftar Hall of Fame, yang akan selalu menjadi simbol kebesarannya. Joe DiMaggio dipercaya melatih tim Oakland dari tahun 1969 sampai 1970. Pada tahun 1969, ia dinobatkan sebagai Pemain Tengah Terbesar Sepanjang Sejarah, dan Pemain Bisbol Terbaik. Ya, mungkin Joe Dimaggio dapat dikatakan sebagai salah satu pemain bisbol yang sempurna. Tapi Yesus jauh lebih sempurna. Dia mati sebagai orang berdosa, tapi Ia sama sekali tidak berdosa.

APAKAH ARTINYA?

Bayangkan anda tidak pernah melakukan kesalahan di dalam hidup anda. Tidak pernah berbohong, berbuat curang, tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor, tidak pemarah, tidak pendendam, tidak iri hati, dan selalu taat pada orang tua. Itu sangat luar biasa. Sebagaimana ayat hari ini, Yesus menggenapi itu semua. Dia tidak pernah berdosa dalam perkataanNya, tindakan-Nya, atau pikiran-Nya. Luar biasa!

Fakta tentang kesempurnaan Yesus adalah sangat mungkin karena keilahian dan kemanusian-Nya. Fakta kesempurnaan Yesus bukan hanya sekedar cerita dongeng belaka, atau cerita pengantar untuk tidur, atau hanya sebagai contoh teladan yang baik agar supaya kita mengikuti-Nya. Natur ketidakberdosaan Yesus adalah alasan yang paling mungkin bagi kita untuk hidup dengan sempurna. Hanya Yesus, pribadi yang dapat mati untuk dosa kita dan membuat hidup kita jadi layak, karena hanya Dia yang hidup dengan sempurna. Seorang yang berdosa tidak dapat mengampuni dosa orang lain. Itu tidak mungkin. Tapi, Yesus tidak berdosa, sebagaimana dikatakan dalam 2 Korintus 5:21 “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Baca Ibrani 4:14-16 dan bersukacitalah karena kita menerima rahmat dan kasih karunia yang Yesus berikan kepada kita

APAKAH ANDA TAHU?

Meskipun Yesus tidak berbuat dosa, tetapi Ia pernah dicobai (Matius 4:1-11; Ibr 4:15)di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43) (Renungan Harian Yesaya 53: 9)

baca juga: Renungan Harian Roma 3: 21-31 | Mengembalikan kemuliaan Allah yang telah hilang



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *