Renungan-Harian-Remaja-Amsal-6-4-11-Si-Semut

Renungan Harian Remaja Amsal 6: 4-11 | Si Semut

Daftar Isi

Renungan Harian Remaja Amsal 6: 4-11. Setiap manusia tentunya memiliki beberapa sifat yang baik dan yang buruk.  Namun ada satu sifat yang sampai saat ini tetap merongrong kehidupan manusia, yaitu sifat malas.  Entah itu malas belajar, malas bekerja, malas bersih-bersih atau malas ke gereja.

Si Semut

Nah, sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh memiliki sifat malas, apalagi malas ke gereja, malas baca firman dan berdoa.  Karena kemalasan merupakan salah satu karakter Iblis yang berusaha ditransferkannya kepada kita semua yang menjadi anakanak Allah.

Jadi, apa yang menjadikan kita malas tentunya harus kita lihat bahwa itu merupakan tindakan Iblis.  Tapi kita juga harus menginstropeksi diri karena ada orang yang malas dalam arti suka bermalas-malasan.

Tentunya apabila kita malas maka akan ada akibat yang terjadi pada diri kita.  Ayat bacaan kita hari ini mengisahkan tentang beberapa hal yang mencakup sifat malas yang terjadi pada diri kita dan akibat yang terjadi pada diri kita bila kita tetap malas.

Penulis Amsal Salomo mempunyai banyak hal yang menarik untuk kita simak di dalam ayat bacaan ini.  Apa yang dituliskan di dalam kitab Amsal ini berkaitan dengan kehidupan kita sampai saat ini.  Apa yang dituliskan di dalam kitab Amsal ini berkaitan dengan kehidupan kita sampai saat ini.

Di dalam ayat 9 dan 10 dijelaskan akibat malas.  Bila kita seorang pekerja yang malas maka kita akan mengalami kemiskinan.  Bila kita seorang pelajar atau mahasiswa yang malas maka kita akan mengalami kegagalan dan tidak akan lulus.  Di dalam semua aspek yang kita kerjakan, apabila kita malas maka kita akan menerima akibat dari kemalasan kita.

BACA JUGA:  Renungan Harian Kejadian 25: 19-34 | Esau dan Yakub

Namun Amsal juga memberikan solusi dengan memperhatikan dan membandingkan diri kita dengan seekor binatang yang sangat tidak berarti bagi kita yaitu semut.  Kita semua tentunya tahu bagaimana semut bekerja dan meyambung kehidupan selanjutnya.  Kalau saja semut bisa mempunya pola kerja dan karakter yang begitu rajin, mengapa kita tidak?

Sobat muda, Allah ingin agar kita meniru sifat dan karakter Allah yaitu rajin dan tidak malas.  Haruskah, Allah berkata bahwa semut ternyata lebih rajin dari kita?  Aduh…malu donk!  Karena itu jaangan malas.  OK? (Renungan Harian Remaja Amsal 6: 4-11 | Si Semut)

Baca juga: Renungan Harian Remaja 1 Korintus 1: 18-31 | Semut dan Gajah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *