Renungan Harian Remaja Amsal 27: 5-6 | Menegur dan Ditegur

Renungan-Harian-Remaja-Kejadian-11-1-9-Bahasa-Inggris
Renungan Harian Remaja Kejadian 11: 1-9 | Bahasa Inggris
2018
Renungan-Harian-Remaja-Matius-6-25-34-Rasa-Kuatir
Renungan Harian Remaja Matius 6: 25-34 | Rasa Kuatir
2018
Show all

Renungan Harian Remaja Amsal 27: 5-6 | Menegur dan Ditegur

Renungan-Harian-Remaja-Amsal-27-5-6-Menegur-dan-Ditegur


Renungan Harian Remaja Amsal 27: 5-6. Saya mempunyai pengalaman buruk dalam hal menegur dan ditegur.  Saya sering sekali ditegur teman, dan saya menerimanya dengan senang hati.  Tapi begitu giliran saya menegur, teman saya tersinggung.

Saya jadi bingung dan takkut , apa saya salah menegurnya?  Namun ketika saya menjelaskan duduk perkaranya kepada seorang yang lebih dewasa dan rohani, beliau mengatakan saya nggak salah, tapi kenapa teman saya tersinggung?  Padahal saya ‘tahan banting’ setiap kali dia menegur saya.

Menegur dan Ditegur

Menegur dan menerima teguran dengan rendah hati adalah syarat untuk menuju manusia dewasa.  Sebab kita semua belun ada yang sempurna, masih banyak yang harus kita perbaiki.  Karena itu apa yang ada pada kita baiklah kita berikan kepada orang lain lewat proses menegur.

Sebaliknya apa yang belum ada pada kita baiklah kita terima itu dari orang lain juga lewat proses ditegur.  Ingat, seringkali kelalaian dan kesalahan yang ada dalam diri kita, tidak mampu dilihat oleh diri kita sendiri dan yang lebih mampu melihatnya adalah orang lain yang hidup disekitar kita!

Mungkin kalau di dunia ini hanya kita sendiri yang hidup, kita tidak memerlukan koreksi dari orang lain.  Namun karena kita hidup bermasyarakat, kita membutuhkan orang lain.

Enggan menegur dan tidak mau ditegur akan memperlambat kita menuju kesuksesan dan menjadi manusia yang dewasa.  Kita pasti akan tetap tinggal pada sifat anak-anak dan nggak akan bakal diharapkan oleh orang lain untuk memimpin bahkan mempengaruhi mereka ke arah positif.

Ingatlah, bila kita cepat merasa tidak enak waktu ditegur, padahal kita salah, berarti kita belum manusia dewasa dan tidak adanya keseimbangan antara perasaan dan pikiran.  Nah kalo kita seperti itu, akan jadi apakah kita nantinya?  Apa manusia bonsai?

Nah Sobat, belajarlah menegur dengan kasih dan tanpa merasa hebat, namun kita juga harus siap menerima teguran dengan berbesar hati dan berlapang dada karena semua itu akan membawa kedewasan rohani kita! (Renungan Harian Remaja Amsal 27: 5-6 | Menegur dan Ditegur)

Baca juga: Renungan Harian Daniel 5:17-21 | Kesombongan Dan Keras Kepala


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *