Renungan Harian Mazmur 92: 1-16 (Bekerja dan Berbuah). Saya kerap menjumpai seorang Tionghoa yang usianya sudah 90 tahun, tetapi masih sangat bersemangat bekerja di kiosnya yang berada di pasar. Saya sempat bertanya kepada beliau mengapa ia tidak pensiun saja mengingat usia yang sudah lanjut, dan beliau menjawab, “Tidak ada kata pensiun buat orang-orang yang suka bekerja”. Dari jawaban tersebut saya berkesimpulan bahwa pekerjaan selalu memberi sukacita bagi orang-orang yang mendisiplinkan dirinya untuk berkontribusi pada kehidupan. Nyatanya orang-orang yang selalu menikmati pekerjaannya tidak pernah kuatir akan masa depan, status, uang, atau kehilangan pergaulan sosial. Kemudian, gairah dan antusiasme dalam bekerja akan memberikan kebugaran fisik dan mental.

Bekerja dan Berbuah

Dengan demikian tak heran kalau pemazmur dapat berkata bahwa orang-orang yang hidup di dalam Tuhan, yang ditanam di bait Allah akan bertunas di pelataran-Nya. Bahkan, pada masa tua pun mereka akan terus berbuah, menjadi gemuk dan segar. Bagi pemazmur, usia bukanlah hambatan untuk menjalankan misi hidup dengan didampingi pekerjaan seumur hidup. Ia tahu bahwa bekerja adalah panggilan Tuhan sehingga ia akan mengusahakan agar pekerjaan itu menghasilkan buah-buah yang memuliakan-Nya. Ia menunjukkan cintanya kepada Tuhan dengan tidak pernah berhenti menghasilkan buah dari pekerjaannya. Ketika kita mampu menemukan apa yang kita cintai dalam pekerjaan, kita akan menjadi sangat bersemangat untuk melakukannya dengan totalitas dan berkualitas.

Mari siapkan diri sendiri untuk mencintai pekerjaan yang sedang kita lakukan. Belajarlah dengan rendah hati, agar kualitas dari pekerjaan kita itu menjadi sesuatu yang unik dan luar biasa, terus menghasilkan buah bagi kemuliaan nama-Nya. (sam)