Renungan Harian  Yesaya 53: 5-6. Setelah kejatuhan, kehidupan manusia tetap berlanjut. Manusia hidup di dunia dan menjadi begitu jahat sehingga Allah mengirim air bah untuk memusnahkan manusia dan memulai lagi dengan Nuh. Ratusan tahun setelahnya, Allah memanggil Abram yang berasal dari Ur, untuk pindah ke Barat di tanah Kanaan, dan berjanji suatu hari akan menjadikan keturunannya sebagai suatu bangsa yang besar (Israel). Meskipun ketika orang Israel memberontak kepada Allah dalam sejarah, Tuhan yang penuh kemurahan menyediakan nabi-nabi yang akan menegur dosa dan meminta mereka untuk bertobat. Semua nabi-nabi berbicara mengenai kedatangan seorang Juruselamat yang akan menyelamatkan mereka dari dosa mereka dan membuat mereka berbalik kepada Allah. Salah satu dari nubuatan yang paling jelas adalah mengenai “Hamba yang menderita” dalam Yesaya 52:13-53:12.

APAKAH ARTINYA?

Tidak ada nubuatan dalam perjanjian lama yang begitu jelas seperti yang digambarkan dalam nubuatan Yesaya ini. Dalam 15 ayat, Yesaya menjelaskan mengenai Yesus dan penderitaan-Nya:

Ia tidak berdosa.

Orang-orang menolak-Nya

Ia penuh kesengsaraan dan penderitaan

Ia yang rendah hati

Ia menanggung yang bukan kesalahan-Nya.

Ia tertikam dan teraniaya

Ia menggantikan tempat kita.

Ia menanggung murka Allah atas dosa kita.

Ia memberikan kebenaran-Nya kepada kita

Kematian-Nya merupakan bagian dari rencana Allah

Ia bangkit

Ia menjadi pengantara manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Saat ini bacalah seluruh nubuatan mengenai “Hamba yang menderita” dalam Yesaya 52:13-53:12 dan hafalkan salah satu ayat dari nubuatan ini!

TAHUKAH ANDA?

Yesaya hidup 700 tahun sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia ini. Dan dalam kuasa Allah, semua yang Yesaya nubuatkan mengenai Yesus, terjadi. Sungguh luar biasa!