06.-Renungan-Harian-Remaja-1-Tawarikh-13-1-14-Baik,-Belum-Tentu-Benar
Renungan Harian Remaja 1 Tawarikh 13:1-14 | Baik, Belum Tentu Benar
2017
08.-Renungan-Harian-Remaja-Matius-5-38-48-Musuh-Terjatuh
Renungan Harian Remaja Matius 5:38-48 | Musuh Terjatuh
2017
Show all

Renungan Harian Remaja Yesaya 1:10-20 | Mencuci Tangan

07.-Renungan-Harian-Remaja-Yesaya-1-10-20-Mencuci-Tangan

Renungan Harian Remaja Yesaya 1:10-20. Mencuci tangan itu sangat penting sekali. Karena bakteri-bakteri kuman penyakit menempel pada tangan dan kuku. Nah kalo kita nggak cuci tangan apalagi sebelum makan, bisa dipastikan bakteri mengembang dan menyebabkan penyakit. Itu sebabnya layanan masyarakat di televisi selalu mengingatkan untuk rajin mencuci tangan. Bahkan saking responnya terhadap pentingnya mencuci tangan, maka ada produk pencuci tangan instan yang tanpa air. Mungkin untuk memudahkan manusia untuk rajin mencuci tangan.

Banyak cara yang dilakukan manusia untuk selalu waspada terhadap kemungkinan pencemaran secara jasmani, tetapi sayangnya kurang begitu waspada terhadap pencemaran secara rohani yang sesungguhnya jauh lebih berbahaya. Kita tidak membasuh diri kita dari kuman-kuman yang Iblis tebarkan dalam hati dan pikiran kita. Kita justru membiarkannya begitu saja. Hal serupa juga pernah dialami oleh bangsa Israel. Pada saat itu, nabi Yesaya telah memberi nasehat kepada mereka. Ia berkata bahwa kehancuran bangsa Israel merupakan akibat dari pencemaran yang terjadi dalam kehidupan moral dan rohani mereka.  Mereka telah hidup demi kesenangan diri sendiri, mengabaikan keadilan dan belas kasihan, dan lebih mencintai harta benda dari pada sesama. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila Yesaya mendesak mereka, “Basuhlah, bersihkanlah dirimu” (ayat 16).

Sobat muda, pencemaran secara rohani terjadi ketika hati dan pikiran kita tidak lagi terfokus pada Allah. Bahkan Allah sendiri melihat bahaya dosa yang akan terjadi dalam hidup kita jika kita sembrono. Karena itu Dia meminta dengan sangat agar kita berhati-hati dengan apa yang kita masukkan ke dalam hati dan pikiran kita-entah itu kebencian, kepahitan, pikiran jorok, kotor dan cabul, atau hal-hal lainnya yang tidak berkenan- sebagaimana kita juga berhati-hati dengan apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita. Seperti yang Yesaya katakan, marilah kita pun meminta Allah untuk mentahirkan kita dari perbuatan-perbuatan dosa sebelum bakteri-bakteri itu menjadi kuman penyakit! (RJW – Renungan Harian Remaja Yesaya 1:10-20)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *