07.-Renungan-Harian-Remaja-Yesaya-1-10-20-Mencuci-Tangan
Renungan Harian Remaja Yesaya 1:10-20 | Mencuci Tangan
2017
09.-Renungan-Harian-Remaja-Kolose-2-6-10-Hubungan-yang-Indah
Renungan Harian Remaja Kolose 2:6-10 | Hubungan yang Indah
2017
Show all

Renungan Harian Remaja Matius 5:38-48 | Musuh Terjatuh

08.-Renungan-Harian-Remaja-Matius-5-38-48-Musuh-Terjatuh

Renungan Harian Remaja Matius 5:38-48. Dalam kehidupan ini, seringkali kita mendapati orang-orang di sekitar kita yang tanpa alasan jelas memusuhi kita. Mereka seolah-olah sangat sentimen terhadap keberadaan kita. Mereka selalu saja mencari-cari kesalahan kita. Mereka sepertinya tidak menyukai kita, bahkan nggak jarang mereka menyebut kita sebagai musuh besar mereka!

Anak muda seperti kita biasanya langsung mendidih darahnya, begitu mendengar bahwa dirinya disebut sebagai musuh besar. Terang saja kita nggak terima, minim dalam hati kita ingin memberontak. Kita enggak pernah menganggap dia sebagai musuh, kok dia malah menganggap kita sebagai musuh bebuyutan, apa-apaan ini?! Hati kita menjadi pedih dan kita pun akhirnya mengadukan hal itu kepada Tuhan lewat doa, tentunya! Doa kita hanya seperti curhat kepada Tuhan, kita enggak mengutuk orang yang memusuhi kita itu, tapi kita hanya tanya sama Tuhan, kenapa sih kok dia memusuhi kita? Hanya itu.

Tapi setelah waktu berlalu, tahu-tahu, orang yang memusuhi kita itu mengalami kejadian yang buruk. Bahasa Alkitabnya, dia terjatuh dan terperosok. Dan kita tahu akan hal itu. Secara manusia, hati kita pasti akan langsung menyatakan suatu kebanggaan, “Tuh, Tuhan membalas perbuatanmu yang jahat dan sentimen kepada saya, makanya jangan cem-macem yah sama anaknya Tuhan?? Mungkin seperti itulah ungkapan kita.

Begitulah kehendak Tuhan pada kita kalau musuh kita sedang terjatuh atau terperosok? Tidak. Sama sekali bukan kehendak-Nya! Kehendak Tuhan justru “Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat…” Bahkan dalam Perjanjian Baru, kehendaknya lebih jelas lagi, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Memang susah-susah gampang sih buat menjalankan kehendak Tuhan yang seperti ini; mengasihi yang menganiaya kita, tidak bersukacita terhadap kejatuhan musuh kita. Namun, sesulit apapun kehendak-Nya, kita tetap harus belajar mengasihi musuh kita! (RJW – Renungan Harian Remaja Matius 5:38-48)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *