Renungan Harian Remaja Wahyu 12: 1-4a | Pelanggaran Seksual

Renungan-Harian-Remaja-Matius-7-1-6-Mulutmu-Harimaumu
Renungan Harian Remaja Matius 7: 1-6 | Mulutmu, Harimaumu!
2018
Renungan-Harian-Remaja-1-Korintus-6-12-20-Dosa-Bersambung
Renungan Harian Remaja 1 Korintus 6: 12-20 | Dosa Bersambung
2018
Show all

Renungan Harian Remaja Wahyu 12: 1-4a | Pelanggaran Seksual

Renungan-Harian-Remaja-Wahyu-12-1-4a-Pelanggaran-Seksual


Renungan Harian Remaja Wahyu 12: 1-4a. Penglihatan Yohanes dalam Wahyu 12:1-4a bukan sekedar isapan jempol.  Terbukti sekarang ini terlalu banyak kekejian yang dilakukan manusia, khususnya dalam pelanggaran seksual.  Dalam bacaan kita hari ini, dikisahkan seorang perempuan yang berselubungkan matahari, berbicara tentang kemuliaan Allah yang sedang menaungi gereja Tuhan sebagai mempelai perempuan dari Kristus.

Pada bagian lain, tampak ekor naga menyeret sepertiga bintang dan melemparkannya ke bumi.  Menurut tafsiran, di ekor naga itu terdapat kelamin dari ulaar, yang ditafsirkan sebagai dosa seks yang akan menyeret anak-anak Tuhan di akhir zaman ini.  Terbukti, nubuatan ini telah banyak digenapi.

Dosa seks kini sedang melanda generasi muda yang menamakan dirinya anak Tuhan.  Penyelewengan-penyelewengan seks sudah dianggap hal yang lumrah.  Terbukti tidak sedikit anak muda yang sudah berani ML, free sex dan ujung-ujungnya aborsi.  Bahkan yang lebih parah lagi, sekolah-kampus sebagai sarana mencari ilmu bukan lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Kalo kita saksikan di televisi, akhir-akhir ini banyak dipergoki siswa mahasiswa mempraktekkan adegan tabu di lingkungan sekolah-kampus, yang seharusnya tidak boleh terjadi.  Namun karena sudah berani melakukan di tempat umum, mereka pun semakin berani mengabadikannya di hp mereka.  Lama kelamaan hati mereka sudah tidak lagi merasa berdosa, tertuduh atau bersalah di hadapan Tuhan.  Tragis sekali.

Sobat, karena pelanggaran seksual inilah, membuat hubungan kita jauh dari Tuhan.  Tuhan berkata, karena manusia tidak manjadi tahir, maka Tuhan tidak akan mentahirkannya lagi sampai Dia melampiaskan amarah-Nya.  Tuhan juga menambahkan bahwa Dia akan menepati apa yang telah diucapkan-Nya.

Peringatan keras Allah ini tidak main-main.  Jika selama ini kita menganggap remeh perkataan-Nya dan tidak segera bertobat dan mentahirkan diri, maka Dia tidak akan merasa sayang dan juga tidak akan merasa menyesal untuk menghukum kita.  Ingat, penghakiman akan disediakanNya. (Renungan Harian Remaja Wahyu 12: 1-4a | Pelanggaran Seksual)


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *