Renungan-Harian-Remaja-Yesaya-49-14-26-Lupa
Renungan Harian Remaja Yesaya 49: 14-26 | Lupa
2018
Renungan-Harian-Remaja-Ibrani-10-19-24-Lebih-Berharga-Dari-Tiket
Renungan Harian Remaja Ibrani 10: 19-24 | Lebih Berharga Dari Tiket
2018
Show all

Renungan Harian Remaja Galatia 2: 15-21 | Sombong

Renungan-Harian-Remaja-Galatia-2-15-21-Sombong


Renungan Harian Remaja Galatia 2: 15-21. Anak muda identik dengan pribadi yang energjik, dinamis dan tak kalah serunya, ambisi dalam segala hal.  Untuk yang satu ini, anak muda tak kenal menyerah.  Berbagai usaha akan dilakukan sampai keinginannya tercapai.  Benar, nggak??!?

Nah, saat apa yang diinginkan tercapai, pasti rasa bangga berkecamuk di dalam diri bercampur padu dengan rasa percaya akan kemampuan diri.  Bahkan tidak jarang apda akhirnya memiliki rasa sedikit sombong di dalam hati dan muncul dengan spontan lewat perbuatan dan perkataan.

Paulus, adalah sosok manusia yang tidak kalah gemilangnya di dalam sejarah pendirian jemaat atau gereja Kristus setelah Ia bangkit dan naik ke Sorga.  Rasuk Paulus menghilangkan semua ego dan rasa bangga terhadap dirinya sendiri setelah ia sukses mendirikan jemaat Kristus di mana-mana.

Ungkapan yang paling nyata dari Paulus nampak di dalam ayat 22, yang menyatakan bahwa dia hidup bukannya dia lagi melainkan Kristus yang hidup di dalam dia.  Bayangkan saja, masa lalunya membuat dia boleh dibilang salah satu jenis manusia yang amat kejam, pembunuh orang-orang Kristen.

Bertolak belakang dengan pertobatannya dan perjalannya dalam menyebarkan ajaran Kristus.  Ia mengalami banyak hal yang boleh dibilang goncangan dan rintangan besar, baik dalam penjara maupun mengatasi pembesar negeri saat itu dan masih banyak lagi. Namun Paulus tetap rendah hati mengerjakan tugas dari Allah tanpa berkeluh kesah dan sombong.

Sombong

Sobat, kita patut meneladani pribadi Paulus yang rendah hati dalam mengerjakan tugas dari Allah Bapa di sorga.  Seringkali kesombongan dalam diri muncul tatkala kita dianggap penting, hebat, dan ahli dalam suatu hal, entah itu dalam pelayanan, pekerjaan atau prestasi belajar.

Namun, apa yang diungkapkan Paulus sangat pantas kita teladani.  Dengan menghilangkan kesombongan berarti kita mengutamakan Kristus di dalam hidup kita, di mana tanpa Dia kita tidak bisa membuat apa-apa.  Ingatlah, segala kelebihan yang Allah berikan dalam hidup kita hanya untuk kemuliaanNya, bukan kepentingan pribadi! (Renungan Harian Remaja Galatia 2: 15-21 | Sombong)

Baca juga: Renungan Harian Daniel 5:17-21 | Kesombongan Dan Keras Kepala


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *