Renungan Harian Remaja Wahyu 3: 14-22 | Bertobat Harus Sepenuh Hati

Renungan-Harian-Remaja-Matius-25-1-13-Waspada-Jangan-Terlambat
Renungan Harian Remaja Matius 25: 1-13 | Waspada, Jangan Terlambat!
21 September 2018
Renungan-Harian-Remaja-Yesaya-49-14-26-Lupa
Renungan Harian Remaja Yesaya 49: 14-26 | Lupa
23 September 2018
Show all

Renungan Harian Remaja Wahyu 3: 14-22 | Bertobat Harus Sepenuh Hati

Renungan-Harian-Remaja-Wahyu-3-14-22-Bertobat-Harus-Sepenuh-Hati


Renungan Harian Remaja Wahyu 3: 14-22. Sosok Zakheus begitu terkenal saat menjadi kepala pemungut cukai dan orang yang kaya.  Tetapi nampaknya banyak penduduk yang tidak menyukainya karena mereka menganggap Zakheus bukan orang baik-baik bahkan mereka mengecap Zakheus sebagai ‘orang berdosa’.

Karena, seorang pemungut cukai biasanya bersikap sewenang-wenang pada saat menarik pajak bahkan tak jarang perlakuan kejam dan kurang manusiawi sering diterima penduduk yang tidak membayar pajak.  Namun, begitu Zakheus bertobat, bukan saja dirinya sendiri yang diselamatkan melainkan juga seisi rumahnya.

Bertobat Harus Sepenuh Hati

Ada hal yang menarik dari pertobatan Zakheus.  Mengingat bodinya yang pendek tentu sukar bagi dia untuk melihat Yesus, ketika Yesus melewati kotanya.  Namun Zakheus tak kurang akal.  Dengan berlari sekuat tenaga, dia berusaha mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara agar bisa melihat Yesus.

Tentu ada satu maksud yang sedang dipikirkan oleh Zakheus saat itu.  Ketika banyak orang mencemoohkan dia sebagai orang berdosa dan bersungut-sungut karena Yesus mau menumpang di rumah Zakheus, dia tidak menghiraukannya tetapi malah mengatakan di hadapan Yesus bahwa separuh dari hartanya akan diberikan kepada orang miskin dan akan mengembalikan empat kali lipat bagi orang yang telah diperasnya.

Hal ini tentu saja bukan siapan jempol semata dan bukan sekedar menyenangkan Yesus.  Melainkan bentuk pertobatan sepenuhnya dari Zakheus.  Betapa tidak, dia yang notabene orang berdosa, disambut Yesus dengan tangan terbuka.  Karena dia bertobat maka seluruh keluarganya pun diselamatkan.

Sobat muda, untuk mengambil keputusan bertobat dengan sungguh-sungguh memang tidak mudah.  Perlu pengorbanan yang besar.  Bertobat harus sepenuh hati dan tidak perlu memikirkan hal-hal dimsa lalu lagi, karena bila kita bersama Yesus dan hidup setia di dalam karena keselamatan besar akan terjadi dalam hidup kita dan seluruh keluarga kita! (Renungan Harian Remaja Wahyu 3: 14-22 | Bertobat Harus Sepenuh Hati)

Baca juga: Renungan Harian Yesaya 55:1-9 | Bertobat: Mudah atau Sulit?



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *