Renungan-Sekolah-Minggu-Yesaya-1-18-Agustinus-Bapak-Gereja
Renungan Sekolah Minggu Yesaya 1: 18 | Agustinus, Bapak Gereja
Khotbah-Kristen-Matius-26-30-35-Badai-Iman
Khotbah Kristen Matius 26: 30-35 | Badai Iman
Show all

Renungan Harian Lukas 19: 10

Renungan-Harian-11-Mei-2019


Renungan Harian Lukas 19: 10. Lelaki pendek itu dengan panic melewati kerumunan, bahkan mencari celah kecil di antara orang-orang yang berbaris di jalan-jalan Yerikho kuno. Saat dia berlari, dia menaikkan jubahnya yang panjang dan mewah untuk menghindari tersandung. Sesama orang Yahudi sudah membencinya karena bekerja sebagai pemungut pajak untuk orang-orang Romawi yang dibenci. Dia tentu tidak ingin memberi mereka alasan untuk menertawakannya.

Tapi orang-orang terlalu ramai apa daya tubuhnya pendek. Jadi sebagai upaya terakhir, dia memanjat pohon ara. Di sana, dia bisa melihat sekilas pria ajaib yang dibicarakan semua orang. Zakheus harus melihat Yesus. Ketika Yesus mendekat, Dia melihat ke pohon dan berkata, “Zakheus! Cepat, turunlah! Sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Lukas 19: 5). Ini mengejutkan banyak orang. Tidak ada yang bisa percaya bahwa Yesus memilih untuk menghabiskan waktu dengan seorang pemungut pajak yang tidak jujur, yang telah menjadi kaya dengan menagih terlalu banyak pada orang sebangsanya. “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” gerutu orang-orang (Lukas 19: 7).

APAKAH ARTINYA?

Orang-orang tidak mengerti hati Yesus. Mesias tidak datang ke bumi untuk bergaul dengan mereka yang mengira mereka sudah suci, seperti orang-orang Farisi. Tidak, tetapi seperti yang dikatakan ayat hari ini, Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Sementara kebanyakan orang pada zaman Yesus memalingkan muka dari pemungut pajak, penderita kusta, pengemis, orang cacat, dan orang buangan sosial lainnya, Yesus menyambut mereka dengan tangan terbuka. Dia menyembuhkan mereka, makan bersama mereka, mengajar mereka, dan menunjukkan kepada mereka cinta tanpa syarat. Dia tidak sombong. Hati Yesus untuk orangorang yang tersesat dan orang-orang yang terbuang menyebabkan perubahan yang menakjubkan pada Zakheus. Pemungut cukai itu percaya pada Yesus, bertobat dari tipu muslihatnya, cara rakus, dan bahkan memberikan banyak dari kekayaannya untuk membantu orang lain (Lukas 19: 8-9).

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda menghindari mereka yang tidak dianggap “keren”? Tindakan itu tidak menyenangkan Yesus. Tuhan mau supaya kita mengasihi orang-orang yang ditolak orang lain.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Apakah Anda mengenal seseorang yang diabaikan oleh orang lain? Mulailah bergaul dan jadilah teman baginya?

TAHUKAH ANDA?

Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Yesus dan Zakheus pernah bertemu sebelumnya. Namun Yesus memanggilnya dengan nama. Dengan melakukan ini, Yesus menunjukkan bahwa ia tahu segalanya tentang Zakheus dan dapat melihat bahwa hatinya siap untuk percaya.

baca juga: Renungan Harian Remaja Wahyu 3: 14-22 | Bertobat Harus Sepenuh Hati

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *