Renungan-Harian-Kisah-Rasul-23-Hati-Nurani-Yang-Murni-Di-Hadapan-Tuhan

Renungan Harian Kisah Rasul 23 | Hati Nurani Yang Murni Di Hadapan Tuhan

Renungan Harian Kisah Rasul 23 | Hati Nurani Yang Murni Di Hadapan Tuhan. Apa yang dikatakan Paulus berkenan dengan hati nurani yang murni?

Hati Nurani Yang Murni Di Hadapan Tuhan

Lamanya pelayanan tidak menjamin seseorang akan lebih baik atau semakin murni di hadapan Tuhan.  Contoh yang nyata seperti, Ananias yang menjadi Imam Besar pada tahun 47 sampai tahun 58.  Satu masa kepemimpinan yang cukup lama namun bukan semakin baik tetapi justru semakin lama semakin menyimpang.  Wataknya semakin buruk bahkan semakin serakah sehingga dia semakin dibenci rakyat.  Hati nuraninya sudah tumpul dan tidak berfungsi lagi.  Itu sebabnya ia begitu marah kepada Paulus setelah Paulus selesai bersaksi.  “Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah” (ay 1). “Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut Paulus” (ay 2).  Mengapa?  Karena kesaksian Paulus itu sangat menemplak hati Imam Besar, tetapi dia tidak mau bertobat.

Selidikilah dengan penuh kewaspadaan, kemana arah hidup kita?  Jangan sampai kita menjadi seorang percaya atau bahkan hamba Tuhan yang secara lahiriah semakin terkenal, ‘menyilaukan’, tetapi hatinya semakin jauh dari Tuhan.  Jangan sampai kita bergelar “aktivis” atau “pengerja” atau “majelis” atau bahkan “hamba Tuhan senior”, tetapi hati kita tidak murni tetapi berhati “preman.”  Jangan jadi preman bertopeng rohaniwan! Sebaliknya, sesuai dengan teladan Paulus, marilah kita jaga hati kita dengan penuh kewaspadaan, sehingga semakin lama kita mengiring dan melayani Tuhan, hati kita tetap murni bahkan semakin murni di hadapan Allah. Milikilah dan pastikan Anda memiliki hati nurani yang murni dalam melayani Tuhan! (Renungan Harian Kisah Rasul 23 | Hati Nurani Yang Murni Di Hadapan Tuhan)

BACA JUGA:  Renungan Harian Lukas 10:38-42 | Kehilangan Fokus

Baca juga: Renungan Harian Remaja Yohanes 13: 1-20 | Kerendahan Hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *