Renungan Harian Kisah Rasul 16 | Hukum, Politik, Dan Kuasa Allah

Renungan-Harian-Kisah-Rasul-15-Bijaksana-Dan-Peka
Renungan Harian Kisah Rasul 15 | Bijaksana Dan Peka
2018
Renungan-Harian-Kisah-Rasul-17-Berbagi-Injil-Dengan-Orang-Terdidik
Renungan Harian Kisah Rasul 17 | Berbagi Injil Dengan Orang Terdidik
2018
Show all

Renungan Harian Kisah Rasul 16 | Hukum, Politik, Dan Kuasa Allah

Renungan-Harian-Kisah-Rasul-16-Hukum-Politik-Dan-Kuasa-Allah


Renungan Harian Kisah Rasul 16 | Hukum, Politik, Dan Kuasa Allah. Mengapa Paulus tidak mau menerima tawaran yang paling mudah tentang pelepasannya dari penjara (ay36-37)? Apa makna dari kalimat “Tidak mungkin demikian!” secara hukum?

Hukum, Politik, Dan Kuasa Allah

Paulus memberikan teladan bagi gereja dalam mengkombinasikan kuasa Allah yang menyertainya dengan hukum dari politik yang ia kuasai.

Paulus dan Silas dijebloskan ke dalam penjara di Filipi karena kelicikan para tuan hamba perempuan yang sudah bertobat itu, yang mengangkat hukum sebagai isu utama untuk menutupi isu ekonomi (21).  Dakwaan yang dijatuhkan sudah memenuhi aspek lega, karena hukum Romawi melarang warga negaranya menjalankan tata ibadah, sebuah agama yang belum disahkan oleh pemerintah setempat, namun biasanya ada toleransi sejauh agama itu tidak menimbulkan gejolak sosial dan politik (20-21). Di penjara, Paulus dan Silas tetap berdoa seperti yang di ajarkan oleh Yesus (Luk. 18:1) dan memuji Tuhan sebagai tanda sukacita.  Kesukacitaan di tengah penderitaan yang tidak seharusnya dialami, memanifestasikan keselamatan sejati yang selalu mengatasi segala keadaan.  Kuasa kesaksian dan belenggu mereka.  Peristiwa ini dan firman Tuhan yang diberitakan Paulus membawa kepala penjara dan seluruh keluarganya kepada keselamatan.

Mengapa mereka tidak segera keluar dan mengapa baru sekarang mereka menggugat (37)?
(1) mereka ingin menegaskan bahwa kuasa Allah melebihi segala kekuatan hukum yang dimilikinya sebagai warga negara Romawi, yang tidak boleh didera dan dipenjara tanpa process pengadilan.
(2) ia ingin mengajar para pejabat pemerintah bahwa orang Kristen tidak bisa diremehkan dan dilecehkan begitu saja secara hukum dan politik karena mereka ‘melek’ hukum.
(3) agama Kristen bukanlah agama ‘murahan’ karena dianut oleh warna negara Romawi yang terhormat.

Nyatakanlah bahwa Kristen Indonesia tidak bisa dilecehkan secara hukum dan politik.  Wartakanlah bahwa agama Kristen bukanlah agama kelas ‘kacangan’ yang dianut oleh orang orang yang mudah dilecehkan. (Renungan Harian Kisah Rasul 16 | Hukum, Politik, Dan Kuasa Allah)

Baca juga: Renungan Harian Keluaran 20: 8-11 | Hukum Yang Utama



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *