renungan harian kristen - saat teduh berdoa
Kumpulan Renungan Harian Anak Sekolah Minggu Terbaru dan Terlengkap
16 November 2019
Renungan-Harian-Terbaru-18-November-2019
Renungan Harian Yohanes 10: 18
18 November 2019
Show all

Renungan Harian Galatia 3: 13

Renungan-Harian-Terbaru-17-November-2019

Renungan-Harian-Terbaru-17-November-2019

www.renunganhariankristen.com Mahkota duri, pukulan, hinaan, cambukan bahkan salib itu sendiri bukanlah sesuatu yang paling menyakitkan buat Yesus. Faktanya di dalam Injil tidak ada disebutkan bahwa Yesus menjerit kesakitan dengan sangat akibat kesakitan fisik yang Ia terima. Apa yang paling menyakitkan buat Yesus adalah sebuah kalimat yang sangat terkenal yang Ia ucapkan di atas kayu salib, “Eli, Eli, lema sabachtani?” (Matius 27: 46), artinya adalah “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Setelah Yesus mati, Allah Bapa memalingkan wajah-Nya dari Anak-Nya.

Apakah artinya?

Tangisan Yesus merupakan salah satu misteri terbesar di Alkitab. Kita tidak akan pernah bisa memahami secara utuh mengapa Allah memalingkan wajah-Nya ketika Yesus berada di kayu salib. Tapi ada sebuah petunjuk dari ayat hari ini Galatia 3. Ketika Yesus menjadi penanggung dosa umat manusia, Dia menjadi seorang yang terkutuk.

Kata kutuk bermula dari kisah di taman Eden. Setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dengan tidak taat pada Tuhan dan memakan buah terlarang, kutukan dosa masuk ke dalam dunia, yiatu kematian, penderitaan, rasa sakit, dan murka Allah (Kejadian 3).

Kemudian, di dalam Perjanjian Lama, ketika bangsa Israel melakukan dosa dihadapan Tuhan (seperti penyembahan berhala), hukumannya adalah mereka harus dilempari batu sampai mati, kemudian badannya harus digantung pada sebuah tiang (Ulangan 21:22-23). Itu adalah sebuah tanda penolakan di depan umum bahwa orang tersebut terkutuk oleh Allah.

Inilah yang dirasakan oleh Yesus untuk kebaikan anda. Untuk melindungi anda dari murka Allah. Ketika Yesus menjadi perisai umat manusia, Dia menanggung kutukan dosa yang sangat menakutkan. Dan karena Allah itu kudus untuk sementara Allah harus memalingkan wajah-Nya. Ini adalah hukuman paling buruk yang harus diterima Yesus. Allah Bapa memutuskan hubungan-Nya dengan Anak-Nya dan mencurahkan murka-Nya kepada Anak-Nya sendiri. Ketakutan itulah yang menyebabkan Yesus menjerit kesakitan. Dan seperti ayat hari ini semua dilakukan untuk kita. Dia melakukannya untuk anda.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Baca Ulangan 11:26-32; 27-28 anda akan belajar bahwa Tuhan sangat mengutuk dosa.

Tahukah anda?

Tangisan Yesus tentang Allah Bapa meninggalkan diri-Nya ada tercatat dalam Mazmur 22:1

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: