Renungan Harian 1 Petrus 5: 6-11 (Menyeret Jiwa) Salah satu penyidik terbaik dan andalan Poltabes Semarang dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas, AKP Yahya R. Lihu tewas secara mengenaskan. Ia tewas setelah tersangka penipuan bermodus pengadaan uang, Munyaroh (45) yang saat itu diborgol bersamanya, nekat terjun ke jurang sedalam 50 meter di Desa Petung, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Tindakan pelaku yang tak diduga itu membuat Yahya kaget dan tak mampu menahan beban tubuh tersangka hingga ikut terseret ke dalam jurang terjal itu.

Menyeret Jiwa

Senada berita di atas, cara kerja Iblis pun demikian. Dengan berbagai cara dan tipu muslihat, Iblis berusaha menyeret manusia untuk jatuh ke jurang kegelapan. Barangsiapa siaga, ia akan selamat. Namun, barangsiapa lengah, ia pasti akan binasa. Oleh sebab itulah, Rasul Petrus mengingatkan supaya umat Tuhan berjaga-jaga dan tetap menguasai diri, karena Iblis senantiasa berusaha menjatuhkan para pengikut Kristus.

 

Dalam dunia kerja, Iblis memiliki berbagai cara agar kita jatuh dalam dosa seperti, korupsi uang, korupsi waktu, tidak tunduk pada otoritas di tempat kerja, tidak disiplin, dsb. Untuk mengalahkan tipu muslihat Iblis, kita harus tetap percaya dan berlindung pada Kristus. Sebab kuasa Kristus sudah mengalahkan kuasa Iblis sejak Dia bangkit dari kematian. Sejak itulah sesungguhnya Iblis tak lagi berkuasa atas manusia.

 

Mari, waspada segala bentuk tipu daya Iblis itu dengan senantiasa memelihara kesehatan rohani kita. Caranya, selalu membangun hubungan pribadi dengan Kristus melalui doa dan ucapan syukur kepada-Nya. Hanya kuasa Kristus yang mampu mengalahkannya. (gd)