Renungan Yohanes 13: 1-5 (Mengetahui). Ketika saya menjadi staf bagian surat-menyurat, saya mengerti betapa berharganya sepucuk surat. Jika tidak ada surat, tidak ada kegiatan. Namun, hal yang harus dikerjakan adalah meminta tanda tangan direktur atau pimpinan, kemudian di tulis “mengetahui”. Artinya, kegiatan tersebut harus disetujui dan disertai pimpinan.

Mengetahui

Seperti kisah saya di atas, Yesus mengetahui bahwa segala sesuatu sudah diberikan kepada-Nya. Tanpa-Nya, segala sesuatu tidak akan ada sehingga kita tidak perlu takut ketika memasuki daerah paling angker karena setan sudah dikalahkan. Ia tidak berhak atas secuil tanah karena segala sesuatu sudah diserahkan kepada-Nya. Dia sendiri yang berfirman dan menciptakannya. Dengan jelas Injil menyatakan bahwa segala sesuatunya tidak akan ada tanpa firman-Nya karena pada mulanya firman sudah ada (Yoh. 1: 1). Ketika Yesus kembali kepada Bapa, Dia melakukan dengan kemauan-Nya sendiri, kehendak-Nya sendiri, dan waktu-Nya sendiri. Tidak akan ada yang dapat menghalangi kuasa Allah bekerja dalam bentuk apa pun. Namun, Yesus merendahkan diri-Nya dan membasuh kaki para murid-Nya. Tujuannya, semua orang tahu bahwa kerendahhatian dibutuhkan Allah supaya seseorang dapat diangkat Allah. Hal ini tampak dengan jelas, setelah Yesus merendahkan diri-Nya, bahkan sampai mati di kayu salib, Allah meninggikan Yesus di atas semuanya.

 

Karena itu, ketika kita datang kepada Tuhan, seharusnya kita datang dengan kerendahhatian sehingga Allah akan meninggikan kita tepat pada waktu-Nya. Namun, ketika kita datang dengan kesombongan, Allah akan merendahkan diri kita. Itulah hukum yang berlaku baik di Bumi maupun di surga. (hp)