Renungan Harian Matius 27: 3-5 (Jalan Pintas) Persoalan hidup yang semakin berat, membuat banyak orang putus harapan dan memilih jalan pintas dan mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Hal ini terlihat dari angka bunuh diri yang terus meningkat setiap tahunnya. Data dari organisasi PBB bernama WHO mencatat pada 2012 bahwa setiap 40 detik terdapat satu orang yang meninggal akibat bunuh diri. Di Indonesia sendiri, angka kematiannya mencapai 4,3 per 100.000 penduduk. Kasus tertinggi bunuh diri dilakukan dengan cara meneguk racun serangga atau gantung diri. Sedangkan penyebab lainnya memilih terjun bebas atau menyakiti diri sendiri. Faktor yang mempengaruhi seseorang bunuh diri disebabkan oleh gangguan jiwa, depresi, skizofernia, bipolar, atau penyalahgunaan alkohol dan mengalami diskriminasi dari lingkungan sosialnya.

Jalan Pintas

Seperti kasus-kasus yang membuat seseorang bunuh diri, Yudas Iskariot, salah seorang murid Yesus Kristus menjadi putus harapan setelah mendengar berita bahwa Yesus dihukum mati. Awalnya ia berharap kalau Yesus adalah pahlawan yang akan membebaskan bangsanya dari penjajahan Roma.

 

Namun, ternyata Yesus harus mati di kayu salib. Yudas Iksariot mengatasai rasa kekecewaannya dengan mengambil jalan pintas bunuh diri secara gantung diri. Perbuatannya itu sangat disayangkan, sebab apabila ingat terhadap perkataan Yesus bahwa Dia akan bangkit pada hari yang ektiga, tentu saja Yudas tidak akan gegabah melakukan jalan pintas bunuh diri. Yudas pasti menyesali atas perbuatannya yang sudah menjual Yesus seharga 30 keping perak untuk kepentingan dirinya sendiri.

 

Karena itu, apa saja masalah yang Anda hadapi, hadapilah dengan hati tabah dan tegar. Tenangkan hati untuk mencari jalan keluar karena setiap masalah pasti bisa diatasi. (tt)