Renungan Harian Lukas 4:1-13 | Ketika Yesus Dicobai

Renungan Harian - Terancam Tapi Tetap Setia
Renungan Harian Lukas 13:31-35 | Terancam Tapi Tetap Setia
2017
Khotbah Kristen - Janji Pemulihan
Khotbah Kristen Yeremia 33:1-26 | Janji Pemulihan
2017
Show all

Renungan Harian Lukas 4:1-13 | Ketika Yesus Dicobai

Renungan Harian - Ketika Yesus Dicobai


Renungan Harian, Lukas 4:1-13. Keselamatan melalui pengorbanan Kristus di Kayu salib adalah rencana Allah. Sebelum Yesus melaksanakan misi ilahi ini, Ia berpuasa untuk mempersiapkan diri.

  1. Bagaimanakah kondisi Yesus ketika menghadapi pencobaan ini? Bagaimana kondisi jasmani-Nya? Bagaimana kondisi kerohanian-Nya? (ayat 1-2)
  2. Dalam hal apa sajakah Yesus dicobai? (ayat 3, 6-7, 9-11)
  3. Menurut Anda, apa salahnya bila Yesus memenuhi semua permintaan iblis itu?
  4. Bagaimana Yesus menghadapi pencobaan itu? (ayat 4,8,12)
  5. Apa yang dilakukan iblis setelah gagal mencobai Yesus? (ayat 13)

Yesus dicobai

Di lain pihak, iblis berupaya agar Yesus batal melaksanakan karya Allah di dalam diri-Nya. Allah juga memiliki rencana atas hidup kita, dan iblis berjuang keras mencobai kita agar kita tidak hidup dalam rencana Allah tersebut. Ketangguhan Yesus menghadapi pencobaan iblis seharusnya memberikan dorongan dan kekuatan bagi kita dalam menghadapi cobaan, apapun bentuknya dan kapanpun datangnya demi terwujudnya rencana Allah dalam hidup kita. Mari kita mempersiapkan diri-menghadapi godaan-godaan iblis dengan mengambil waktu khusus untuk berdoa dan berpuasa.

Periksalah, dalam hal apa Anda sering gagal dan jatuh ke dalam pencobaan? Dalam keadaan itu, kehendak atau perintah Allah apa yang gagal anda lakukan? Ambillah komitmen untuk menang atas pencobaan itu.

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. (Matius 26:41)

 


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *