Bahan Cerita Sekolah Minggu Hakim-Hakim 6: 25-40 | Allah memanggil dan mengutus Gideon

Renungan-Harian-24-Februari-2019
Renungan Harian Yakobus 1: 20
24 Februari 2019
Renungan-Harian-25-Februari-2019
Renungan Harian 1 Tesalonika 5: 15
25 Februari 2019
Show all

Bahan Cerita Sekolah Minggu Hakim-Hakim 6: 25-40 | Allah memanggil dan mengutus Gideon

6-Hakim-Hakim-6-25-40-Allah-memanggil-dan-mengutus-Gideon


Ringkasan Cerita Alkitab

Bahan Cerita Sekolah Minggu Hakim-Hakim 6: 25-40 | Allah memanggil dan mengutus Gideon. Allah memanggil dan mengutus Gideon untuk menjadi penyelamat dan pembebas bangsa Israel dari orang Midian.  Allah berfirman kepada Gideon dan memberikan dasar keyakinan kepada Gideon untuk menerima tugas yang Allah berikan kepadanya, yaitu penyertaaan Allah.  Saat itu Gideon masih merasa ragu.  Dan Gideon memohon kasih karunia / kemurahan Allah untuk memberi suatu tanda (Hak 6:17) bahwa Allah sendirilah yang berfirman kepada Gideon.  Allah memenuhi permintaan Gideon yang meminta tanda peneguhan bahwa Allah sendiri yang berfirman.  Dari seruannya, Gideon menyatakan bahwa Ia mengakui dan mempercayai Allah sebagai Tuannya. Gideon telah berjumpa dengan Allah dan  sudah mengalami Allah yang besar.  Allah mengampuni Gideon orang berdosa.  Allah menyelamatkan Gideon sehingga Gideon tidak perlu mati karena keberdosaannya.  Maka Gideon pun mendirikan mezbah di sana untuk Allah dan Gideon menamai mezbah itu : “Allah itu keselamatan.” Puji Tuhan !

Pada malam itu juga Allah berfirman kepada Gideon untuk meruntuhkan mezbah Baal kepunyaan ayahnya dan menebang tiang berhala di dekatnya. Kemudian Gideon harus mendirikan mezbah bagi Allah serta mempersembahkan korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang harus ditebangnya itu (Hak 6:25-26).

Cara yang Allah mau buat Gideon untuk menjadi penyelamat dan pembebas bagi orang Israel terhadap orang Midian, bukan langsung pergi memerangi bangsa Midian itu.  Tetapi Allah ingin  Gideon terlebih dulu membereskan apa yang menyebabkan bangsa Israel diserahkan kepada bangsa Midian.   Allah ingin Gideon mula-mula membereskan akar dosa bangsa Israel, yaitu penyembahan berhala.

Itulah sebabnya Allah menyuruh Gideon menghancurkan mezbah dan membakar tiang penyembahan berhala.  Allah ingin penyembahan berhala dimusnahkan dari kehidupang bangsa Israel.  Allah ingin bangsa Israel kembali kepada Allah yang sejati dan melakukan penyembahan yang benar, yaitu hanya menyembah kepada satu-satunya Allah yang hidup.  Untuk itu Gideon harus mendirikan mezbah dan mempersembahkan korban bakaran kepada Allah.  Ini adalah tanda bahwa bangsa Israel mau kembali kepada Allah dan menyembah Allah.

Aplikasi

Adik-adik, sebelum Allah memulihkan kita, Allah terlebih dulu ingin berurusan dan membereskan akar dosa kita.  Jadi yang pertama-tama harus kita lakukan adalah mengakui dosa kita dan bertobat, baru Allah mau memulihkan keadaan kita.   Contoh : Jika kita mengalami hati yang tidak damai sejahtera karena menyontek, maka Allah akan membuat kita kembali merasa damai sejahtera setelah kita mengakui akar dosa kita, yaitu menyontek.  Jadi pemulihan mengikuti pertobatan dari dosa.  Siapa bertobat dari dosanya, dia akan dipulihkan oleh Tuhan.  Adik-adik bersedia untuk lebih dulu mengakui akar dosa dan bertobat ? Jika ya, maka Tuhan akan memulihkan adik-adik.

Adik-adik, ketika Gideon menerima perintah Allah untuk menghancurkan mezbah Baal, Gideon mau taat kepada Allah namun ia juga takut.  Hal ini sangat manusiawi, Allah juga mengerti.  Maka Gideon yang kuatir perbuatannya itu akan diketahui oleh kaum keluarganya dan oleh orang-orang kota itu, maka Gideon melakukannya pada waktu malam.

Pagi-pagi harinya ketika orang-orang kota itu melihat bahwa mezbah dan tiang Baal sudah dihancurkan dan sebagai gantinya ada korban persembahan yang diberikan, maka mereka dengan marah memeriksa dan mencari tahu siapa pelakunya.  Ketika didapatkan berita bahwa Gideon yang melakukannya, maka mereka meminta kepada Yoas, ayahnya Gideon untuk menyerahkan Gideon untuk dihukum mati. Namun Yoas menjawab orang-orang kota dengan bijaksana : “Kamu mau berjuang membela Baal ? Atau kamu mau menolong dia ?  … Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang.” (Hak 5:32)  Maka orang-orang kota itu memberi nama Yerubaal kepada Gideon dengan maksud : “Biarlah Baal berjuang dengan dia, setelah dirobohkannya mezbanya itu.”

Adik-adik, apakah Baal bisa membela dirinya sendiri  ? Apakah Baal bisa melawan Gideon ? Tidak bisa, karena Baal adalah berhala, patung yang mati, buatan tangan manusia, dan tidak memiliki kehidupan apalagi suatu kuasa.

Melalui apa yang Allah perintahkan kepada Gideon, Allah ingin kembali menyadarkan bangsa Israel bahwa Baal yang mereka sembah selama ini sama sekali bukan Allah.  Hanya Allah yang layak untuk mereka sembah.

Setelah, mezbah dan tiang Baal dihancurkan dan mezbah Allah didirikan dan penyembahan kepada Allah dibangun, maka Allah berkenan bekerja dengan kuasaNya.  Roh Alah menguasai Gideon dan ketika Gideon meniup sangkakala, maka Allah membuat banyak orang mengikuti Gideon, yaitu orang Abiezer, juga suku Manasye, suku Asyer, suku Zebulon, dan suku Naftali.

Sungguh luar biasa !   Allah menjawab pergumulan Gideon yang ketika Allah panggil untuk menjadi penyelamat dan pembebas bagi bangsa Israel, Gideon melihat dirinya berasal dari kaum yang paling kecil dari sukunya suku Manasye, lebih lagi karena dia adalah yang paling muda di dalam keluarganya.  Secara manusia, Gideon berpikir mana mungkin dia memimpin perang melawan orang Midian, dia tidak punya pasukan dan siapa yang mau mendengarkan perintahnya dengan usianya yang begitu muda ?

Namun karena Allah yang bertindak, maka pergumulan (kesulitan dan kekuatiran) Gideon Allah atasi.  Allah menyediakan apa yang diperlukan oleh orang yang diutus-Nya.

Aplikasi

Adik-adik, ketika Tuhan mau pakai dan utus adik-adik untuk menyatakan kepedulian dan kasih kepada orang lain yang dalam kondisi sulit, tertindas, dan putus asa, adik-adik mungkin berpikir : “Siapa saya ini? Saya ini bukan siapa-siapa.  Saya ini tidak ada apa-apanya.”  Tapi percayalah : Tuhan menyediakan apa yang diperlukan oleh orang yang diutus-Nya.  Tuhan akan menolong adik-adik mengatasi pergumulan (kesulitan dan kekuatiran) adik-adik selama mengerjakan yang Tuhan perintahkan.

Setelah Gideon memiliki orang-orang yang menjadi pengikutnya dan menjadi pasukannya, apakah itu  berarti Gideon tinggal pergi berperang melawan bangsa Midian?  Ternyata belum.  Gideon masih perlu Allah meneguhkannya  Gideon ingin Allah sekali lagi menunjukkan kepadanya bahwa Allah yang berfirman kepadanya dan mau memakainya untuk menyelamatkan orang Israel (BACA Hak 6:36).   Bangsa Israel memang sedang tertindas oleh bangsa Midian dan mereka perlu ditolong dan diselamatkan.  Namun apa benar Gideon yang Allah mau pakai ?  Allah memang sudah berfirman kepada Gideon dan mengutus Gideon, namun Gideon masih membutuhkan peneguhan dari Allah.

Apa yang Gideon lakukan adalah hal yang wajar dan sah , bahkan patut kita teladani.  Di dalam segala sesuatu yang kita lakukan, kita harus yakin bahwa Allah yang berfirman dan bahwa kitalah yang Allah mau utus.  Ada banyak kebutuhan di sekitar kita adan ada banyak misi / pelayanan yang bisa dilakukan … tentu harus ada orang-orang yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut dan yang melakukan misi / pelayanan tersebut.  Namun siapa yang Tuhan inginkan untuk melakukannya ?  Tuhan adalah Tuhan (Tuan), Tuhan yang memiliki rencana atas segala sesuatu dan Tuhan mengenal orang yang tepat untuk melakukan setiap hal.  Jadi setiap kita harus menantikan Tuhan untuk mengutus kita sehingga kita yakin bahwa apa yang kita lakukan adalah memang yang Tuhan ingin untuk kita lakukan.

Saat itu Gideon meminta tanda yang sangat dekat dengan keseharian hidup bangsa Israel sebagai bangsa penggembala domba.   Gideon akan membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan, apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah kata Gideon : “tahulah aku bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan.” Allah mengabulkan Gideon.  Terjadilah seperti yang Gideon minta.  Allah meneguhkan Gideon bahwa Gideonlah yang Allah mau utus untuk menjadi penyelamat dan pembebas bagi bangsa Israel (Hak 6:38).

Ternyata Gideon, masih membutuhkan peneguhan dari Allah.  Gideon merendahkan diri meminta Allah untuk tidak marah kepadanya ketika ia meminta peneguhan Allah sekali lagi.  Allah tidak marah kepada Gideon, Allah mengerti kebutuhan Gideon untuk diteguhkan sebelum ia melakukan tugas yang Allah berikan.  Kali ini Gideon meminta kebalikannya : apabila guntingan bulu kering sedangkan seluruh tanah di situ ada embun.  Allah mengabulkan Gideon.  Terjadilah seperti yang Gideon minta.  Allah meneguhkan Gideon bahwa Gideonlah yang Allah mau utus untuk menjadi penyelamat dan pembebas bagi bangsa Israel (Hak 6:40).

Aplikasi

Adik-adik, jika adik-adik membutuhkan Tuhan untuk meneguhkan adik-adik sebelum adik-adik melakukan tugas yang Tuhan inginkan, adik-adik bisa mengatakannya dan memintanya kepada Tuhan.  Tuhan mengerti dan Tuhan akan meneguhkan adik-adik.   Tuhan punya banyak cara untuk meneguhkan adik-adik sehingga adik-adik bisa menjadi anak-anak yang taat kepada Tuhan ketika Tuhan mengutus adik-adik untuk menyatakan kepedulian dan kasih kepada orang lain yang dalam kondisi sulit, tertindas, dan putus asa.

 

Doa Respon

Tuhan Yesus, teguhkanlah saya ketika Tuhan mengutus saya untuk menyatakan kepedulian dan kasih kepada orang lain.  Dalam nama Tuhan Yesus.  Amin.



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan