Renungan Yohanes 4: 14 | Kekosongan Hati

Renungan-Anak-Yehezkiel-33-9-Berani-Memperbaiki-Diri
Renungan Anak Yehezkiel 33: 9 | Berani Memperbaiki Diri
Renungan-Yohanes-6-44-Iman-dalam-Yesus-Kristus
Renungan Yohanes 6: 44 | Iman dalam Yesus Kristus
Show all

Renungan Yohanes 4: 14 | Kekosongan Hati

Renungan-Yohanes-4-14-Kekosongan-Hati

Renungan-Yohanes-4-14-Kekosongan-Hati



Renungan Yohanes 4: 14 | Kekosongan Hati. “tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Kekosongan Hati

Pernahkah kita merasa di saat seperti sekelilingku ramai, teman aku banyak, cathing pun tak pernah berhenti melalui aplikasi sosial media apapun selalu chatingku ramai. Aku pikir semua sudah membuatku merasa aku tidak sendiri, tetapi saat aku kembali ke kamarku kembali aku mendapati semua terasa sepi lagi. Ada sesuatu yang aku mau lebih tapi tidak mengerti apakah itu?.

Jika kita merasakan seperti ini coba cek kembali hati kita, sudahkah kita datang ke kakiNya, meluangkan waktu membaca firmanNya, mengajak Dia berbicara? Jika belum sudah saatnya kita kembali padaNya karena hanya Dia lah yang sanggup mengisi kekosongan hati kita.

Hanya Yesus lah yang sanggup menyuburkan tanah hati kita yang kering dan haus akan kasihNya. Segala bentuk kesenangan dunia tidak akan dapat memuaskan hati kita tanpa ada Yesus di dalamnya. Mari undang Dia masuk dalam hati kita dan kita akan dipuaskan olehNya bahkan air hidup itu juga dapat memberkati orang disekitar yang mungkin mengalami kekeringan hati.
Tuhan Yesus memberkati.

Penulis: Norma Yunitha

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *