Renungan Yohanes 16: 13 (Penjaga Lintasan Kereta Api) Pekerjaan sebagai penjaga lintasan kereta api terlihatlah seperti pekerjaan yang sederhana saja. Namun jika dilihat dan diamati lebih dalam lagi pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang sangat penting. Ini adalah pekerjaan yang besar, yang mana tugasnya untuk menyelamatkan ribuan orang tiap harinya dari ancaman kecelakaan yang bisa berakibat pada kematian.

Penjaga Lintasan Kereta Api

Mengecek dan mengencangkan satu per satu baut   di sepanjang rel kereta untuk memastikan keselamatan nyawa penumpang kereta adalah salah satu tugas penjaga lintasan kereta. Bayangkan jika ada beberapa baut yg lebas bagaimana jadinya rel dan keretanya.

Di perkotaan dengan berbagai macam aktivitas membuat orang-orang seakan-akan diburu oleh waktu. Maka tidaklah heran ada banyak orang yg menerobos palang pada rel kereta api yang hampir tertutup demi mempersingkat waktu walaupun penjaga lintasan sudah membunyikan  sirene yg keras sebagai peringatan bahwa akan ada kereta api yg hendak melintas. Namun ada saja masyarakat yang tidak memperdulikan dan  yg tetap saja menerobos.

Begitu pula dengan peran Roh Kudus? Seperperti sederhana saja namun sebenarnya memiliki peran  yang berdampak besar dalam kehidupan setiap orang percaya.

Dalam Injil Yohanes 16:13 Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus akan memimpin murid-murid-Nya ke dalam kebenaran yaitu kebenaran Allah. Apabila Roh itu datang kepada mereka.

Melalui Roh Kudus Allah hadir dan berkarya di dunia ini terlebih di dalam hati nurani kita setiap orang yang percaya, yang juga adalah murid-murid Yesus. Roh Kudus mengingatkan, memimpin, dan Dia berbicara melalui hati nurani kita. Tujuannya adalah supaya setiap kita orang-orang percaya tidak tersesat dalam berjalan, supaya tiap-tiap kita orang percaya berada di dijalur rel yang benar sehingga tidak celaka dalam menjalani perjalanan hidup, dan dapat sampai di tempat tujuan, yaitu Tujuan dan rencana Allah untuk setiap kita yang adalah orang-orang percaya.

Mari mendengar dan menikuti pimpinan Roh Kudus dalam menjalani hari ini.

 

Penulis: Efra Dese