Renungan-Remaja-Wahyu-3-14-22-Tergantung-Mood

Renungan Remaja Wahyu 3: 14-22 | Tergantung Mood

Renungan Remaja Wahyu 3: 14-22 | Tergantung Mood. Suatu anugerah jika Tuhan pake masa muda kita untuk melayani Tuhan. Melayani Tuhan bukan sekadar terjun dalam berbagai kegiatan gereja. Tapi menjadi seorang pelajar yang baik, memimpin organisasi OSIS di sekolah itu atau seorang manager di kantor itu pun sudah merupakan bagian dari pelayanan. Namun bagaimanakah kita meresponi kepercayaan yang Allah berikan pada kita. Apakah kita mengerjakannya dengan setia dan semangat dengan tujuan memberi yang terbaik bagi Tuhan?

Banyak anak muda yang setelah bertobat punya semangat yang menyala-nyala untuk berbuat sesuatu yang terbaik bagi Tuhan. Contoh realisasinya adalah komitmen untuk terlibat pekerjaan Tuhan di gereja, menjadi pelajar terbaik di sekkolah dan sebagainya. Jujur saja, awal-awal kita bertobat, pelayanan apa saja di gereja kita lakoni, bahkan seharian kita mengikuti dilakukan hanya beberapa saat saja. Ketika persoalan, atau suasana hati kita dipengaruhi oleh keadaan, kita pun menjadi orang yang suam-suam kuku. Sebentar giat melayani, sebentar berhenti. Sebagai pelajar, kadang kita rajin belajar, kadang malas dan sebagainya. FirTu katakan kita melakukan pekerjaan tidak dingin dan tidak panas (ayat 15).

Segala sesuatu yang kita lakukan, baik itu pekerjaan, studi, pelayanan atau apa pun kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Tuhan yang akan menilai apakah tanggung jawab yang kita lakukan itu berkenan di mata-Nya atau sebaliknya. Saudara, pelayanan atau pekerjaan yang dilakukan karena tergantung mood sangat ditentang Allah. Jika kita bersikap demikian, lambat laun apa pun yang kita kerjakan tidak akan maksimal, bahkan semangat kita untuk melakukan segala sesuatu yang the best bagi Tuhan pun akan hilang dan padam.

BACA JUGA:  Renungan Harian Kejadian 29 | Haruskah?

Saudaram lakukan setiap tugasmu dengan penuh tanggung jawab. Kerjakan dengan setia, bukan dengan setengah-setengah. Tuhan Yesus telah menebus dosa-dosa di kayu salib, so, tak ada alasan bagi kita untuk melayani Tuhan tergantung mood. (eel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *