Renungan-Harian-Terbaru-28-November-2019
Renungan Harian Matius 28: 18
Renungan-Harian-Terbaru-29-November-2019
Renungan Harian Yohanes 20: 20
Show all

Renungan Remaja Matius 19: 16-26 | Deny Yourself

Kumpulan-Renungan-Harian-Remaja-Terbaru-dan-Terlengkap

Kumpulan-Renungan-Harian-Remaja-Terbaru-dan-Terlengkap



Renungan Remaja Matius 19: 16-26 | Deny Yourself. Mumpung lagi libur, Bobi mau manfaatin waktu itu buat bikin perubahan. Ia mau ngurusin badan! Ia mau bikin kaget teman-temannya en bikin pangling gebetannya. Ia bayangin pas taun ajaran baru ia tampil langsing, six pack, dada bidang, lengan berotot, namanya ga lagi diledekin “Bobi = Bosar Bingiits”. Ia udah daftar jadi member sebuah gym en nyewa instruktur. So, hari itu Bobi pun berangkat. Turun dari motor, ia rogoh tasnya buat ambil dompet, eh ternyata di situ ada coklat satu batang. Kebetulan nih, ia duduk di parkiran, makan coklat itu dengan lahap. Setelah satu jam mencoba berbagai latihan, ia pulang dengan tubuh cape, sehingga untuk ngembaliin kekuatan, mampirlah ia ke kedai babi panggang favoritnya.

Deny Yourself

Menurutmu, berapa persen kemungkinan Bobi akan bisa langsing seperti keinginannya? Yup, gak banyak rasanya. Olahraga dan nge-gym sih oke, tapi kalo olahraga satu dua jam lalu tetep makan en ngemil sembarangan, gimana bisa langsing? Well, itulah yang disebut ga berkomitmen. But, tau ga sih, dalam mengikut Yesus, hal seperti itu juga kerap terjadi. Kita mengikut Yesus tapi kita juga masi pingin menuruti keinginan diri sendiri atau hal-hal lain. Itulah sebabnya, Papi-J pernah berkata soal menyangkal diri. Yup, menyangkal diri itu bukan berarti kita ga jadi diri sendiri, bukan berarti kita ga mau lagi disebut pake nama kita. Menyangkal diri adalah nggak lagi hidup menurut keinginan diri sendiri aja, tapi menyerahkan semua kepada Kristus dan kehendak-Nya. Meski kedengarannya berat bahkan serem, tapi gambaran seorang yang disiplin olahraga, menjaga pola makan, dan gaya hidup sehat di atas bisa jadi contohnya.

Anak muda kaya yang menemui Yesus ini sebenernya udah tepat. Ia datang pada Yesus, ia bertanya hal yang baik yaitu soal kehidupan kekal, ia bahkan udah punya bekal yaitu kehidupan yang saleh. But, ketika Yesus minta satu lagi, yaitu agar ia jual seluruh hartanya dan membagikannya pada orang miskin dan ikut Dia, anak muda kaya ini sedih dan ninggalin Yesus. In bukan soal harta, meski sering kali cinta akan harta yang paling sering menjauhkan orang dari Tuhan, tapi ini soal komitmen buat mengikuti Yesus. Godaannya ga Cuma harta, tapi bisa apa aja. Nah, gimana dengan dirimu? Seperti apa komitmenmu dalam mengikut Yesus? Apakah Dia selalu jadi nomor satu? (Renungan Remaja Matius 19: 16-26 | Deny Yourself)

 

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *