Renungan-Harian-Terbaru-24-November-2019
Renungan Harian Kis 2: 24
24 November 2019
Renungan-Harian-Terbaru-25-November-2019
Renungan Harian Kis 2: 32
25 November 2019
Show all

Renungan Remaja 2 Timotius 1: 6-10 | Pilihan Hidup

Kumpulan-Renungan-Harian-Remaja-Terbaru-dan-Terlengkap

Kumpulan-Renungan-Harian-Remaja-Terbaru-dan-Terlengkap

Renungan Remaja 2 Timotius 1: 6-10 | Pilihan Hidup. Seorang pria bernama Anthony Burgess divonis menderita tumor otak yang akan merenggut nyawanya dalam waktu setahun. Ketika tahu vonis tersebut, pria berusia 40 tahun itu sedang mengalami kebangkrutan. Ia nggak pengen kematiannya membuat istrinya, Lynne, hidup dalam kemiskinan. Meski Burgess nggak pernah nulis novel sebelumnya, ia tau ada potensi menulis dalam dirinya. Jadi, ia memutuskan untuk mulai menulis novel. Tujuannya saat itu cuman sederhana, yaitu agar istrinya kelak bisa dapet warisan royalti hasil tulisannya. So, Burgess pun menulis dengan penuh semangat, menyelesaikan lima setengah naskah novel sebelum tahun itu berakhir. Meski udah lewat masa vonis kematiannya, Burgess nggak meninggal. Kankernya menyusut dan kemudian ia sembuh total. Di sisi lain kariernya sebagai penulis semakin naik daun. Di sepanjang sisa hidupnya Burgess telah menulis lebih dari 70 buku dan karya-karyanya sangat laris.

Pilihan Hidup

Saat Burgess divonis bahwa hidupnya tinggal satu tahun lagi, ia membuat pilihan hidup yang amat tepat. Ia nggak meratapi nasib, nggak menyerah pada keadaan, bahkan nggak memilih untuk mengakhiri hidupnya. Sebaliknya ia tetap melangkah, bahkan mampu berpikir jernih. Kalo kita renungkan, tiap hari kita pun sering denger berbagai macam vonis. Mungkin bukan vonis dokter atau vonis pengadilan, tapi vonis dari para ahli geofisika bahwa nggak lama lagi cuaca ekstrem akan datang. Mungkin juga vonis dari orang lain yang bilang kita ini nggak berguna atau nggak bisa apa-apa, nggak mungkin bisa berhasil melakukan ini dan itu, nggak bakal bisa memperbaiki hidup, dsb. So, gimana respons kita saat mendengar vonis-vonis kayak gitu?

Saat Yesus menyadari bahwa masa pelayanan-Nya di dunia akan segera selesai, Ia justru semakin giat melayani, berdoa, berharap, percaya, dan berserah kepada Bapa. Apa yang dilakukan Yesus secara nggak langsung mengajarkan pada kita bahwa selama masih ada waktu untuk kita melakukan sesuatu, maka itulah kesempatan kita untuk maju. Nggak peduli vonis apa pun yang kita terima, mau seperti apa hidup kita nantinya tuh tergantung dari pilihan hidup yang kita ambil. Dalam segala keadaan, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun, yakinlah kita nggak bergumul sendirian, karena ada Tuhan yang setia mendampingi kita! (Renungan Remaja 2 Timotius 1: 6-10 | Pilihan Hidup)

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: