Renungan-Harian-Remaja-Amsal-31-1-9-Nasihat-Bagi-Pemuda
Renungan Harian Remaja Amsal 31: 1-9 | Nasihat Bagi Pemuda
2018
Renungan-Harian-Remaja-Pengkhotbah-4-7-Mengapa-Sendiri
Renungan Harian Remaja Pengkhotbah 4: 7 | Mengapa Sendiri?
2018
Show all

Renungan Harian Remaja Ibrani 6: 9-20 | Tipisnya Iman

Renungan-Harian-Remaja-Ibrani-6-9-20-Tipisnya-Iman

Renungan Harian Remaja Ibrani 6: 9-20. Seorang artis muda bercerita tentang masa lalunya di salah satu tayangan televisi.  Dia mengatakan kalo dirinya berasal dari keluarga Kristen, bahkan namanya sendiri tampak sekali kalo dia seorang Kristen.

Sayangnya, semua hanya tinggal cerita karna dia sudah berpindah agama.  Alasannya, sesorang cukup berpengaruh baginya menyarankan dia pindah agama, dia benar-benar banyak terima job.  Dia mengatakan justru dia pindah agama, dia memperoleh kehidupan yang lebih menjanjikan dan rezekinya makin banyak.

Inilah akibat dari kurangnya Iman dan pengharapan di dalam Tuhan.  Mungkin bagi artis ini, masa depan itu terletak kepada usaha semata dari manusia.  Tipisnya iman dan moral.  Inilah yang membuatnya menukar Imannya dengan kesuksesan yang tidak abadi.

Sobat, apakah kita juga sedang menginginkan masa depan yang penuh harapan? Apakah kita juga sedang mengejar kesuksesan dan punya banyak uang? Sebagai orang muda, kita harus memiliki asa yang tinggi untuk kehidupan kita, karena kita membuktikan kita punya semangat hidup.  Tapi motivasi yang baik harus diimbangi dengan tindakan yang benar.  Masa depan kita tidak terletak pada belas kasihan atau kebijaksanaan orang lain.  Masa depan kita terletak pada hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus.  Ketika kita mengandalkan Tuhan Yesus, saat itulah berkat-berkat diperintahkan-Nya turun atas kita.

Alkitab berkata bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan manusia (Yer 17:5-6).  Tuhan tidak mau kita menjadi seperti Esau yang hanya karena sepiring kacang merah rela menukarkan hak kesulungannya.  Jangan menukarkan imanmu meskipun iming-iming yang menggiurkan ada di depanmu, karena semuanya hanya bersifat fana, percayalah! Kita tidak boleh memandang remeh sesuatu yang dari Tuhan.  Taruhlah pengharapan kita kepada Tuhan, dan jangan kepada manusia, karena masa depan itu sungguh ada (Yer 29:11) (Renungan Harian Remaja Ibrani 6: 9-20 | Tipisnya Iman)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *