Renungan Kejadian 3: 7-8 | Cara Allah Vs Cara Manusia. Peristiwa tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa di dalam Kejadian psl. 3, adalah peristiwa tidak saja berisi tentang tragedi, ketidaktaatan dan ketidaksetiaan, penghukuman tetapi juga tentang karya Allah yang menyelamatkan. Ada hal yang penting dari peristiwa ini, yang pertama adalah dari sisi manusia, kita tahu bahwa sekalipun diciptakan sebagai mahkLuk yang mulia dan memiliki kedekatan hubungan dengan Allah, tetapi pada dasarnya manusia adalah ciptaan yang begitu rentan terhadap dosa. Manusia dapat begitu mudah terjebak dengan hal yang sebetulnya bukanlah suatu perkara yang sulit, yakni “Jangan kamu makan buah”.

Cara Allah Vs Cara Manusia

Yang kedua adalah sikap manusia terhadap dosa, adalah berusaha menyembunyikan diri dari Allah dengan caranya sendiri dan berusaha untuk membenarkan diri terhadap dosanya sendiri. Ini terlihat ketika manusia telah jatuh dalam dosa, ia tidak mengakui dosanya dan malah mencari alasan yang lain untuk menutupi perbuatan jahatnya. Ketiga, adalah sikap dari Allah terhadap manusia yang telah berdosa, yakni Allah mencari, Allah meminta pengakuan diri, Allah memberi hukuman sebagai konsekuensi terhadap dosa, dan Allah pun menyelamatkan manusia. Kekudusan dan kemuliaan yang dimiLiki oleh Allah tentu dapat membuat Allah dapat begitu saja melupakan manusia karna dosa, tetapi Allah tidak pernah melakukan hal itu, sebab Ia memahami keberadaan diri_Nya sebagai Pribadi yang adil dan kasih. Itulah sebabnya, kisah kejatuhan tidak saja menyiratkan keburukan manusia, penghukuman tetapi juga tentang  keselamatan Allah.

Dari teks ini, kita mendapatkan berkat bahwa sebagai ciptaan Allah, kita begitu rentan terhadap dosa, dan ketidaktaatan kepada Allah dapat terjadi begitu saja di dalam kehidupan kita, tetapi ketika kita jatuh di dalam dosa, Allah begitu tertarik dengan pengakuan diri kita dan bukan pada hal2 lainnya. Dan kita bersyukur bahwa Allah tidak pernah berhenti untuk menyatakan kasih_Nya bagi kita sebagai orang yang berdosa, semua itu dibuktikan-Nya sendiri melalui Anak_Nya Yesus Kristus, yang datang untuk mencari dan menyelamatkan kita yang telah hilang. Itulah karya terindah di dalam kehidupan kita sebagai orang berdosa yang telah diselamatkan.

“Natur Berdosa Tidak Dapat Dilepaskan Dengan Sikap Pendosa; Hanya Tindakan Yang Mahakudus Yang Mampu Menghapuskannya dan Hanya Allah Melalui Yesus Kristus Yang Mampu” -Eunike Elda Manating-

 

Penulis: Frerianus Erwin