Renungan-Harian-Mazmur-40-3-Lagu-Baru
Renungan Harian Mazmur 40: 3 | Lagu Baru
Kumpulan-Renungan-Harian-Anak-Sekolah-Minggu
Renungan Anak Matius 5: 13-16 (Menjadi Terang Dan Garam)
Show all

Renungan Harian Yohanes 16: 33

Renungan-Harian-30-Januari-2020

Renungan-Harian-30-Januari-2020



Renungan Harian Yohanes 16: 33. Ananias menelan ludahnya. Ananias, seorang Kristen yang tinggal di dalam kota kuno Damsyik, baru saja diperintahkan Allah untuk mengunjungi sebuah rumah di Jalan Lurus dan membantu seorang buta bernama Saulus. Tetapi Ananias ragu. Semua orang mengenal Saulus. Beberapa orang Kristen yang berjumpa dengan musuh gereja ini tidak pernah kembali.

“Tuhan,” jawab Ananias, “dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu” (Kisah Para Rasul 9: 13-14).

Tetapi Ananias tidak tahu bahwa Yesus telah mengubah hidup Saulus. Dan dia tidak tahu rencana besar yang Tuhan siapkan untuk Saulus (yang segera akan kita kenal sebagai Paulus) supaya ia menjadi seorang rasul dan misionaris.

Jadi Allah berfirman, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku” (Kisah Para Rasul 9: 15-16).

Wow! Semuanya terdengar baik kecuali bagian akhirnya. Mengapa rencana Allah bagi Paulus melibatkan penderitaan?

APAKAH ARTINYA?

Semangat pengabaran Injil Paulus secara harfiah mengubah dunia. Tetapi ia juga menanggung derita lebih dari pada yang kebanyakan orang dapat tanggung, termasuk dipenjara, didera, dipukuli, dilempari dnegan batu, karam kapal, dan masih banyak lagi bahaya maut (2 Korintus 11: 23-28). Itulah apa yang dapat disebut hidup yang sulit.

Mengapa Allah membiarkan Paulus menderita demikian? Untuk sebuah tujuan, kesengsaraan Paulus adalah pencapaian kita—dan ia tahu itu! (Kolose 1: 24). Dua ribu tahun kemudian, penderitaannya masih menyemangati dan menguatkan banyak orang Kristen di seluruh dunia.

Pencobaan dan penderitaan adalah bagian dari rencana misterius Allah yang berdaulat. Dia tidak selalu menyingkapkan mengapa kita harus mengalami itu semua, tetapi Dia berjanji hal-hal demikian akan ada. Kehidupan Kristen terisi dengan berkat rohani yang tak terhingga, tetapi bukan merupakan perjalanan yang nyaman terus-menerus. Ayat hari ini berjanji bahwa semua orang percaya akan “menderita penganiayaan.” Penganiayaan merupakan alat yang ditetapkan Allah untuk mempertajam iman kita (Yakobus 1: 3-4) dan memperlihatkan kuasa Tuhan pada kita (2 Korintus 12: 9).

Dan jangan pernah lupa: Allah akan selalu menolongmu dalam pencobaan. Ulangan 31: 6 mengingatkan kita, “Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Penganiayaan pasti datang, tetapi Anda tidak akan pernah melaluinya sendirian!

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Bacalah mengenai pencobaan paling sulit yang Paulus alami di 2 Korintus 11: 23-28. Lalu bacalah 2 Korintus 12: 9-10 untuk melihat sikapnya menghadapi masalah tersebut.

TAHUKAH ANDA?

Jalan Lurus pada zaman kuno di Kisah Para Rasul 9: 11 masih ada sampai sekarang di dalam kota Syria di Damsyik.

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *