Khotbah-Kristen-Lukas-13-31-35-Jalan-Penderitaan-Jalan-Kemuliaan
Khotbah Kristen Lukas 13: 31-35 | Jalan Penderitaan: Jalan Kemuliaan
Khotbah-Kristen-Lukas-13-1-5-Berbuah-Di-Dalam-Anugerah
Khotbah Kristen Lukas 13: 1-5 | Berbuah, Di Dalam Anugerah
Show all

Renungan Harian Yohanes 11: 4

renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap

renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap



Renungan Harian Yohanes 11: 4. Apa yang akan Anda lakukan jika Anda mendengar seorang sahabatmu berada di ranjang kematiannya? Apakah Anda menunggu beberapa hari sebelum berkunjung? Tidak, tentu saja tidak! Tetapi itulah yang dilakukan Yesus.
Dalam Yohanes 11, ketika Yesus mendengar bahwa sahabatnya, Lazarus, sakit parah, ia tidak segera berangkat menemuinya. Dia tetap di tempat-Nya selama dua hari. Ketika Yesus akhirnya tiba di kampong halaman Lazarus, temannya telah mati.

Bahkan saudara perempuan Lazarus, Maria dan Martha, menyuarakan kekecewaan mereka. Keduanya berkata, “Tuhan, andai saja Kamu ada di sini, saudaraku tidak akan mati” (Yohanes 11:21, 32). Jika Yesus tahu Lazarus akan mati (karena Yesus adalah Tuhan dan mengetahui segala sesuatu), mengapa Dia menunggu untuk pergi menemui Lazarus? Apakah Dia tidak peduli? Acuh tak acuh? Kejam? Tentu saja tidak. Yesus dengan sengaja menentukan waktu kedatangannya setelah kematian Lazarus sehingga Ia dapat menunjukkan kuasa kebangkitan-Nya dan membawa pujian bagi Allah. Seperti yang dikatakan ayat hari ini, “Itu terjadi untuk kemuliaan Allah sehingga Anak Allah akan menerima kemuliaan dari ini.”

APAKAH ARTINYA?

Tuhan terkadang membiarkan hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita sehingga Dia dapat menerima kemuliaan yang lebih besar melalui situasi ini. Tidak ada keluarga atau teman Lazarus yang ingin dia mati. Tetapi Yesus membiarkan hal itu terjadi untuk mengungkapkan identitas sejatiNya sebagai Mesias dan membawa lebih banyak kemuliaan kepada Allah melalui mukjizat yang luar biasa. Kita tidak selalu mengerti mengapa Allah membiarkan kesulitan dalam hidup kita. Dan itu tidak masalah. Dia adalah Tuhan, dan kita tidak. Seperti yang dikatakan Yesaya 55: 9, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

BACA JUGA:  Renungan Harian 2 Tim 1: 9

Tidak semua hidup Anda tentang Anda dan rencana Anda. Anda ada untuk membawa kemuliaan bagi Allah (Yesaya 43: 7). Dan kadang-kadang, itu terjadi melalui cobaan. Tetapi bahkan dalam situasi itu, Anda dapat yakin bahwa Allah menggunakannya untuk kebaikan Anda (Roma 8:28). (Pastikan untuk membaca renungan besok, yang membahas pendapat Yesus terhadap penderitaan kita.) Tuhan dengan segala kemuliaan mengasihi Anda lebih dari yang dapat Anda bayangkan. Percayalah kepadaNya selama pencobaan, dan hiduplah untuk memuliakan Dia!

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Ketika masalah datang, ingatlah 1 Petrus 4:19: Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia. (NIV).

TAHUKAH ANDA?

Lihat Yohanes 9 dan 2 Korintus 12: 1-10 untuk lebih banyak contoh tentang Allah menggunakan jejak manusia untuk kemuliaan-Nya.

baca juga: Renungan Harian Amsal 3: 27-35 | Membalas Kebaikan

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *