Paskah-Menghadirkan-Kehidupan
Paskah: Menghadirkan Kehidupan
24 Juni 2019
Renungan-Harian-Matius-16-21-28-Harga-Mengecat-Rumah
Renungan Harian Matius 16: 21-28 | Harga Mengecat Rumah
24 Juni 2019
Show all

Renungan Harian Yesaya 53: 5

Renungan-Harian-24-Juni-2019

Renungan-Harian-24-Juni-2019



Renungan Harian Yesaya 53: 5. Setelah pengadilan Yesus selesai, Pontius Pilatus dengan simbolik mencuci tangannya didepan keramaian orang banyak, dengan arti bahwa ia tidak bertanggungjawab atas kematian Yesus. Kemudian dimulailah penyiksaan terhadap Anak Allah. Penderitaan yang Yesus alami pada saat itu tidak dapat dideskripsikan. Dia ditampar, dipukul, diludahi, dicemooh. Mahkota duri ditaruh di atas kepala-Nya. Duri yang panjang merobek dagingnya sangat dalam dan darah bercucuran di seluruh tubuh-Nya.

Setelah Pilatus menyatakan hukuman mati, prajurit Roma mulai memberikan hukuman yang mengerikan dengan cara mencambuk. Pada jaman itu cambukan prajurit Roma sangat mengerikan karena korban diikat pada sebuah tiang dan dipukul secara terus menerus dengan sebuah cambukan yang berisi dengan potongan tulang dan logam dan diujung cambuk tersebut terdapat tiga mata kail yang dapat merobek kulit. Bekas cambukan tersebut akan meninggalkan luka yang sangat dalam, daging akan tercabik sampai ke tulang dan bahkan organ dalam pun dapat terlihat.

Yesus selamat, tapi yang paling buruk belum datang. Penyaliban bangsa Roma sangat terkenal brutal. Penyaliban bangsa Roma sama dengan membunuh secara perlahan-lahan. Penyaliban dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang, lalu dipermalukan di muka umum dan dimaksudkan untuk memberikan rasa sakit yang tak tertahankan.

Paku yang panjang ditancapkan ke tangan dan kaki Yesus dan dipakukan ke kayu salib lalu didirikan dengan tegak ke tanah. Korban, kadang digantung selama berhari-hari sampai biasanya mereka mati karena trauma fisik, dehidrasi, hingga mati lemas karena kekurangan nafas. Setiap kali ingin mengambil nafas mereka sangat menderita kesakitan karena berusaha mengangkat tubuhnya yang sudah babak belur demi mendapatkan oksigen. Dalam kasusnya Yesus, Ia digantung di kayu salib selama enam jam (Mark 15:25, 34), lalu Ia menghembuskan nafas terakhirnya.

APAKAH ARTINYA?

Kisah ini sangat penting untuk selalu coba diingat agar mengerti pengorbanan Yesus yang sangat luar biasa. Kristus sangat menderita untuk anda. Ia menanggung kesakitan yang tak tertahankan supaya anda tidak merasakannya. Dia dengan rendah hati rela mati supaya anda layak di hadapan Tuhan yang kudus. Sebagaimana ayat hari ini, kesakitan Yesus dan penderitaan-Nya membawakan berkat yang luar biasa bagi kita.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Bacalah keempat Injil tentang kisah penyaliban (Mat 27:32-56; Mark 15: 15:21-41; Luk 23:26-49; dan
Yoh 19:17-37) untuk mendapatkan pengertian yang lebih lagi tentang apa yang sudah Yesus lakukan bagi anda.

APAKAH ANDA TAHU?

Jauh sebelum kematian Yesus, Yesaya menubuatkan tentang penampilan fisik yang sangat mengerikan tentang Mesias selama penyaliban. “Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia – begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi” (Yes 52:14) (Renungan Harian Yesaya 53: 5)

baca juga: Renungan Harian Yesaya 9: 6 | Raja Damai Memerintah



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan