Renungan-Harian-Yesaya-30-15-Selah
Renungan-Harian-Yesaya-30-15-Selah

Renungan Harian Yesaya 30: 15  | Selah

Renungan Harian Yesaya 30: 15  | Selah. Seringkali kita dipusingkan dengan rutinitas dan tekanan hidup. Adakalanya setiap kita merasa jenuh, gagal atau tidak memiliki harpan yang pasti akan masa depan. Setiap orang pernah mengalami fase kejatuhan didalam hidupnya. Tak jarang banyak diantara mereka yang akhirnya menyerah dan berujung pada frustasi. Lalu, apakah yang harus kita lakukan bila suatu saat kita diizinkan untuk mengalami lembah kekelaman dan mengalami kejenuhan?

Selah

Ingatlah kata Selah. Selah sama artinya dengan jeda. Dalam kitab Mazmur, kata Selah digunakan sebagai jeda dari sebuah lagu. Ada masanya kita mengambil selah saat kita merasakan kejenuhan dan tekanan yang tidak rasanya sudah tidak mampu kita hadapi lagi. Namun, apakah yang harus kita lakukan dimasa jeda yang kita ambil?

Mengambil masa jeda bukan berarti kita tidak melakukan apapun. Namun, di masa jeda, kita dapat tinggal tenang sambil terus mencari dan mempertajam visi Tuhan yang telah diberikan di hati kita. Pergunakanlah masa jeda (selah) dengan tinggal tenang sambil mencari kehendak Tuhan atas hidup kita. Karena dengan tinggal tenang, kita dapat berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa-doa yang kita ucapkan. Ketika kita berusaha  untuk memperbaiki hubungan kita dengan  Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan mengatakan isi hati dan kehendak-Nya untuk kita secara pribadi. Sehingga, kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak atau memutuskan langkah apa yang harus kita

Hati yang tenang dan percaya menolong kita untuk menghadapi setiap permasalahan dengan pikiran yang jernih. Sebaliknya, kecemasan hanya akan membuat kita merasa gelisah dan berpikir tidak ada jalan keluar atas permasalahan yang kita hadapi. Segenggam ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin. Maka, ambilah masa tenang dan pergunakanlah masa tenang dengan maksimal. Justru dengan tinggal tenang dan percaya, jiwa kita akan kembali disegarkan dan lebih siap untuk menghadapi permasalahan atau pergumulan yang terjadi. Selalu ada harapan baru dalam tinggal tenang dan percaya. Yakinilah bahwa dalam tenang dan percaya, Tuhan akan menyatakan kuasa-Nya. Lakukanlah usaha yang terbaik untuk mengatasi permasalahan dalam hidup kita. Namun, jangan abaikan Selah. Dalam penyerahan penuh, kita akan melihat bahwa Yesus, Allah yang kita sembah telah membukakan jalan atas setiap permasalahan kita. Lihatlah segala sesuatu dari sisi pandang-Nya. Tuhan menyertai dan memberkati.

 

Penulis: Sarah fellycia

 

Leave a Reply