Renungan Harian Matius 4: 19 | Menjadi Penjala Manusia

Kumpulan-Renungan-Harian-Anak-Sekolah-Minggu
Renungan Anak Efesus 6: 10-17 (Ada Kesetiaan, Ada Upah)
Renungan-Harian-Mazmur-91-1-6-Wabah-Virus-Corona
Renungan Harian Mazmur 91:1-6 | Wabah Virus Corona
Show all

Renungan Harian Matius 4: 19 | Menjadi Penjala Manusia

Renungan-Harian-Matius-4-19-Menjadi-Penjala-Manusia

Renungan-Harian-Matius-4-19-Menjadi-Penjala-Manusia



Renungan Harian Matius 4: 19. Dalam ayat diatas Yesus berbicara kepada murid-muridNya, hal mana mereka bersedia memenuhi panggilanNya, maka mereka akan dijadikan sebagai “Penjala Manusia”.

Pernahkan terbersit dalam pikiran kita suatu pertanyaan, mengapa Yesus menggunakan istilah “Penjala manusia”, kenapa Yesus tidak menggunakan istilah “Memancing manusia” ?

Kalau Anda suka mencari ikan pasti tahu betul apa kegunaan alat pancing dan apa kegunaan jala ikan. Kalau alat pancing bila digunakan paling hanya mendapat satu ekor ikan saja. Sedangkan apabila menggunakan jala, maka akan mudah mendapatkan banyak ikan.

Tuhan Yesus tidak pernah berkata-kata tanpa makna. Ada maksud tertentu dibalik Yesus menggunakan istilah “Jala” untuk menjala manusia. Tuhan Yesus sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, bahwa untuk menyelamatkan manusia di akhir jaman perlu strategi yang tepat dan jitu, yaitu dengan tidak lagi menggunakan cara “memancing”, tetapi menjala atau menjaring supaya mendapat banyak tangkapan manusia. Karena manusia di akhir zaman ini jumlahnya sudah lebih dari 7 miliar orang.

Dulu ketika 2000 tahun yang lalu, Yesus pergi ke desa desa menginjil “door to door” (secara manual). Kalau zaman sekarang, bagaimana dengan orang yang jumlahnya bermiliar-miliar dapat mengenal nama Yesus dengan segera, dapat segera bertobat dan dapat segera menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka?.

Dulu manusia sudah cukup banyak jumlahnya, apalagi sekarang.
Maka Yesus tidak mau bekerja sendirian. Yesus mau melibatkan semua pengikutNya. Namun Yesus tetap terlibat. Maka dari itu Yesus mengirim Roh KudusNya datang ke dunia menjadi Penolong. Seperti apa yang diharapkan Yesus mengenai hal ini. Di dalam kitab Matius 9:37-38 dikatakan demikian; “Maka kataNya kepada murid-muridNya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Dia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu”.

Apakah ketika Yesus berkata seperti itu dan terus menunjuk kepada Anda, lalu Anda menengok kebelakang, barangkali yang ditunjuk bukan Anda, mungkin Yesus salah tunjuk untuk menjadi penuai jiwa-jiwa.

Kalau Anda menghindar untuk menjadi Penjala jiwa, terus siapa lagi?. Ya Andalah orangnya yang ditunjuk Yesus bukan yang lain, karena Anda sudah mengaku murid Yesus. Kecuali kalau Anda tidak mau lagi disebut murid Yesus, lain lagi masalahnya.

Apakah ketika Yesus menunjuk kita untuk menjadi Penjala Jiwa, badan kita menjadi gemetar karena takut? mungkin kita malu menjadi saksi Kristus, kuatir kalau kita diutus ke pedalaman bahkan menjadi misionaris ke luar negeri. Prasangka seperti itu mungkin berkecamuk dihati dan pikiran Anda.

Janganlah takut saudaraku, Yesus berkata ketika kita diutus untuk menjala jiwa, Yesus berkata “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa kepada sampai akhir zaman”. Matius 28:30.

Lantas pertanyaannya apakah bisa menjala jiwa kemudian langsung mendapat banyak tangkapan jiwa? Ya bisa saja. Tidak ada yang mustahil, Tuhan Yesus kan sudah menubuatkan jauh jauh hari dengan istilah “JALA” yang dimaksud bukan jala ikan, tetapi jala atau jaring ( “net”), jaring-jaring ( jaringan), antar jaringan (internet). INTERNET (kependekan dari “Interconnection-networking”) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem “global Transmission Control Protocol”, “Protocol Suite” sebagai protokol pertukaran paket (“packet switching communication protocol”) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. {sumber: medsos}

Kalau manusia menemukan internet di akhir zaman ini, Yesus sudah lebih dulu menubuatkan akan hadirnya internet tersebut seperti sekarang.

Maka sekarang kita sudah tidak perlu takut lagi dan merasa kewalahan untuk melakukan penginjilan yang sebelumnya menggunakan metode manual.

Sekarang apa yang sudah ada di tangan kita yaitu sarana komunikasi seperi handphone, gadget, internet dan lain lain. Itu sebenarnya Tuhan Yesuslah dari awal sudah merancang dan mempersiapkan, guna memperlengkapi semua orang percaya yang mau dipakaiNya, untuk digunakan sebagai sarana penginjilan di era digital zaman akhir ini.

Maka sekarang ini bukan saatnya lagi kita menggunakan media komunikasi untuk kepentingan diri sendiri atau hanya melulu untuk kepentingan bisnis saja.
Bukan saatnya lagi kita chating chatingan, WA-WA nan, facebookan, instagraman, twiteran, serta internetan hanya untuk hal hal yang kurang bermanfaat.
Tetapi mari gunakan semua itu untuk PENGINJILAN ONLINE.

Janganlah kita masing masing sebagai orang Kristen berpangku tangan. Bukankah kita sudah diselamatkan oleh Kristus yang sudah memberikan nyawanya bagi kita. Lalu apa balasan dari kita?

Setiap pekerja kalau bekerja pasti mendapat upah. Upah kita ya melakukan penginjilan itu sendiri sebagai upah. Bagi orang Kristen mengabarkan Injil itu suatu kebanggaan dan keren ! Mengapa? Sebab yang memberi mandat adalah Yesus sendiri sebagai TUHAN dan ALLAH kita.

Bahkan kalau kita tidak mau pergi menginjil, ada konsekwensinya. Kata Rasul Paulus demikian “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri, sebab itu adalah keharusan bagiku. CELAKALAH AKU JIKA AKU TIDAK MEMBERITAKAN INJIL.”
Korintus 9:

APLIKASI:
1. Mengapa Yesus menganggap sangat penting dan menyuruh kita untuk menjala manusia?
2. Menurut Anda apakah menjala manusia itu hal yang penting?
3. Kalau Anda menjawab penting, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk memulai menjala manusia?

KOMITMEN PRIBADI:
Sebagai ungkapkan rasa syukurku karena Tuhan Yesus sudah menyelamatkan aku, maka aku mau dipakai Tuhan untuk menjala manusia bagiNya.

DOA:
Tuhan, mampukan aku untuk berani memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal Engkau, supaya merekapun juga mendapat anugerah keselamatan dari Tuhan. Amin.

Ditulis oleh: Natanael Agus Pratono.

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *