Renungan-Harian-Yosua-10-Self-Management
Renungan Harian Yosua 10 | Self Management
24 Januari 2019
Renungan-Harian-Matius-7-1-5-Penghargaan-yang-Kurang
Renungan Harian Matius 7: 1-5 | Penghargaan yang Kurang
25 Januari 2019
Show all

Renungan Harian Wahyu 19: 13

Renungan-Harian-25-Januari-2019


Renungan Harian Wahyu 19: 13. Dari begitu banyak sebutan untuk Yesus dalam Alkitab, ada satu sebutan yang paling menarik dan mendalam, tetapi sejujurnya juga sedikit membinggungkan pada awalnya, yaitu yang kita temukan dalam Yohanes 1. Rasul Yohanes memulai injil Yohanes dengan sebuah kalimat yang terkenal: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi
dari segala yang telah dijadikan.” (Yoh. 1:1-3). Selanjutnya pada ayat 14, Yohanes melanjutkan dengan berkata: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yoh. 1:14).

“Firman” itu adalah Yesus. Tetapi mengapa Yohanes mengunakan sebutan unik ini untuk Yesus?

APAKAH ARTINYA?

Seluruh Alkitab dimulai dengan kalimat terkenal dalam Kej. 1:1: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Sekarang bandingkan ini dengan Yoh. 1:1a: “Pada mulanya adalah Firman.” Apakah Anda melihat kesamaan dari keduanya? Dengan menggunakan frasa yang familiar “Pada mulanya” untuk membicarakan mengenai  Firman”, Yohanes sedang mengarahkan kepada natur kekal Yesus, ketuhanan Yesus, dan peran-Nya yang aktif dalam penciptaan. Mengapa Yesus disebut sebagai “Firman”? Inilah alasannya: Allah berkomunikasi dan berhubungan dengan ciptaan-Nya melalui firman. Ia menciptakan alam semesta ini dengan berfirman. Ia berfirman (“Jadilah terang” dan “Jadilah cakrawala”) dan segala sesuatu pun jadi. Alkitab meneguhkan bahwa Allah adalah Allah yang memiliki natur intrapersonal, yaitu penuh kasih dan berkomunikasi dengan ciptaan-Nya. Ia berbicara kepada Abraham, Ishak, dan Yakub melalui penampakan fisik dan pengelihatan-pengelihatan. Ia berbicara kepada Musa di gunung Sinai, memberikan perintah yang tertulis kepada umat Israel. Dan Allah berbicara kepada umat Israel melalui perkataan dan tulisan para nabi.

Jadi ketika Yohanes menyebut Yesus sebagai “Firman,” Yohanes sedang menyatakan bahwa Yesus adalah penyataan (wahyu) terbesar Allah mengenai diri-Nya. Yesus adalah Allah! Semua pengelihatan, perintah, dan nubuatan yang disampaikan Allah dalam perjanjian lama tergenapi di dalam Firman yang Sejati, yaitu Yesus. Mengenal Yesus, Firman yang Sejati, adalah mengenal Allah yang Sejati.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Bacalah Kejadian 1; Yohanes 1:1-18; dan 1 Yoh. 1:1-4 dan perhatikan kesamaan dari ketiganya!

TAHUKAH ANDA?

Yohanes sering menyebut Yesus sebagai “Firman” dalam tulisannya yang lain. Ia menyebut Yesus sebagai “Firman hidup” dalam 1 Yoh. 1:1 dan “Firman Allah” dalam Why. 19:13. (Renungan Harian Wahyu 19: 13)

Baca juga: Renungan Harian Remaja Wahyu 12: 1-4a | Pelanggaran Seksual



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *