Renungan Harian Roma 1: 1 | Melayani Sebagai Panggilan Allah

Renungan-Harian-Filipi-2-14-15-Melayani-Dengan-Sepenuh-Hati
Renungan Harian Filipi 2: 14-15 | Melayani Dengan Sepenuh Hati
2018
Renungan-Harian-1-Korintus-7-22-23-Melayani-Sebagai-Sebuah-Pengabdian
Renungan Harian 1 Korintus 7: 22-23 | Melayani Sebagai Sebuah Pengabdian
2018
Show all

Renungan Harian Roma 1: 1 | Melayani Sebagai Panggilan Allah

Renungan-Harian-Roma-1-1-Melayani-Sebagai-Panggilan-Allah


Renungan Harian Roma 1: 1. Bagaimana Paulus menyebut dirinya? Tugas panggilan apa yang Tuhan berikan kepadaNya?

Melayani Sebagai Panggilan Allah

Setiap kali Paulus menulis surat kepada jemaat Tuhan, ia selalu memperkenalkan dirinya sebagai “rasul Yesus Kristus,” atau “hamba Allah.” Ia tidak merasa malu dengan statusnya tersebut, sebaliknya ia justru bangga. Bagaimana dengan kita?

Pertama, melayani Tuhan adalah sebuah kepercayaan dari Tuhan. Sekalipun kita tidak dipanggil menjadi rasul seperti Paulus, bahkan jabatan rasul juga sudah tidak ada pada masa kini, panggilan Tuhan atas diri kita untuk melayani Dia, harus kita responi dengan benar, bahkan panggilan Tuhan tersebut memberikan kepada kita status yang baik di pemandangan-Nya. Namun, berapa sering kita justru menolak panggilan Tuhan untuk melayani Dia?

Kedua, melayani Tuhan adalah sebuah panggilan khusus untuk melayani Tuhan. Seringkali kita berpikir bahwa melayani Tuhan; entah itu mejadi majelis, pemimpin pujian/ liturgi, pemain musik, penyambutan, dan lainnya, adalah pelayanan yang kita lakukan bagi institusi gereja. Sekalipun secara teknis pelayanan tersebut terkait dengan institusi gerejawi, namun substansi pelayanan tersebut adalah sebuah pelayanan untuk Tuhan. Jadi, ketika kita dipanggil untuk melayani di gereja dalam bidang pelayanan tertentu, itu adalah sebuah panggilan khusus untuk melayani Tuhan. Itulah sebabnya Paulus sangat bangga dengan statusnya, karena yang memanggil dirinya untuk melayani adalah Tuhan.

Ketiga, melayani Tuhan adalah panggilan otoritas untuk melayani. Yang dimaksud “otoritas” disini adalah ketika seseorang dipanggil untuk melayani Tuhan, ia memiliki wewenang serta kuasa dari Tuhan untuk melayani jemaat-Nya. Tidak seorang pun yang boleh melayani jemaat-Nya, kecuaili Tuhan yang memberi wewenang kepadanya. Karena itu, hargai dan hormati panggilan pelayanan kita.

Periksalah, apakah Anda melihat pelayanan Anda sekarang ini sebagai panggilan yang sangat berharga? Apa buktinya? Berdoalah bagi diri Anda sendiri dan juga jemaat agar mereka memiliki keterbukaan hati untuk melayani Tuhan dalam bidang-bidang tertentu dan dapat melayani-Nya dengan penuh tanggung jawab dan setia!


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *