15.-Renungan-Harian-Remaja-1-Yohanes-4-7-21-Kasih-Butuh-Alasan
Renungan Harian Remaja 1 Yohanes 4:7-21 | Kasih Butuh Alasan?
2017
17.-Renungan-Harian-Remaja-Matius-14-34-36-Jadi-Berkat-Dong
Renungan Harian Remaja Matius 14: 34-36 | Jadi Berkat Dong!
2017
Show all

Renungan Harian Remaja Yohanes 5:1-9 | Sebuah Penantian

16.-Renungan-Harian-Remaja-Yohanes-5-1-9-Sebuah-Penantian


Renungan Harian Remaja Yohanes 5:1-9. Ketika Yesus berada di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam yang disebut Betesda. Air kolam ini dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan airnya, maka orang yang terdahulu masuk ke dalamnya setelah kolam itu bergoncang, akan sembuh dari penyakitnya. Itu sebabnya di sekitar kolam itu ada serambi-serambi yang dipenuhi oleh orang-orang sakit, di antaranya ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun menderita sakit dan tak kunjung sembuh. Tentu bukan waktu yang sedikit!

Untung saja orang ini tidak berpikir pendek untuk mengakhiri hidupnya seperti yang banyak terjadi sekarang ini. Dia justru dengan setia menunggu dan tetap menaruh harapan kepada Tuhan. Walaupun mungkin harapannya sangat tipis mengingat kondisinya yang lemah sekali dan tidak ada yang menolongnya untuk turun ke kolam saat kolam bergoncang. Terbukti ketika Yesus melihatnya dan bertanya, “Maukah engkau sembuh?” Dia bukannya menjawab “ya” atau “mau”, sebaliknya dia berkata bahwa orang lain akan mendahuluinya seandainya air kolam itu bergoncang karena dia tidak dapat turun sendiri dan tidak ada yang menurunkannya. Namun Yesus tahu benar isi hati orang itu. Dia berharap kesembuhan. Lalu Yesus pun menyuruhnya bangun dan mengangkat tilamnya maka sembuhlah orang itu.

Sobat muda, tak ada perkara yang mustahil bagi-Nya dan tidak ada perkara yang tidak dapat dikerjakan Tuhan untuk kita (Yeremia 32:27). Karena Tuhan sangat tahu setiap isi hati kita. Tetapi yang Tuhan mau, kita ikut aktif dalam meraih cita-cita kita, bukan hanya berpangku tangan saja serta jangan jadikan bahasa kalbu saja. Artinya, janganlah dipendam dalam perasaan saja. Melainkan ungkapkan dalam kata-kata dan doa yang keluar dari bibir kita kepada Tuhan. Karena Tuhan ingin, kita menjadikan Tuhan seperti ayah atau sahabat yang bisa diajak berkomunikasi. Jangan pernah putus asa pula dalam menantikan janji Tuhan, karena janji-Nya tak pernah terlambat, camkan itu! (RJW – Renungan Harian Remaja Yohanes 5:1-9)


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *