Renungan-Harian-Remaja-Yesaya-2-10-12-Underestimated
Renungan Harian Remaja Yesaya 2: 10-12 | Underestimated
2017
02.-Renungan-Harian-Remaja-Wahyu-3-14-22-Tentukan-Sikap
Renungan Harian Remaja Wahyu 3:14-22 | Tentukan Sikap
2017
Show all

Renungan Harian Remaja Yakobus 2:1-13 | Penjaga Pintu

01.-Renungan-Harian-Remaja-Yakobus-2-1-13-Penjaga-Pintu


Renungan Harian Remaja Yakobus 2:1-13. Ternyata, Mahatma Gandhi pernah berkeinginan untuk menjadi pemeluk agama Kristen, lho! Dalam otobiografinya, dia menulis bahwa selama masa ia menjalani studi, ia telah membaca Injil dengan sungguh-sungguh dan berkeinginan untuk menjadi pemeluk agama Kristen. Ia percaya bahwa dalam ajaran Yesus, ia dapat menemukan jalan keluar untuk memecahkan masalah sistem kasta yang telah memecah belah rakyat India.

Oleh karena itu, pada suatu Minggu ia memutuskan untuk menghadiri kebaktian di gereja yang terdekat dan mengutarakan maksudnya untuk menjadi orang Kristen. Namun sayang, saat ia akan memasuki pelataran gereja, seorang penjaga pintu (mungkin sekarang ini user kali, ya …) menolak untuk memberikan tempat duduk dan menyarankannya untuk pergi beribadah bersama dengan pengikut-pengikutnya. Akhirnya Gandhi meninggalkan gereja dengan perasaan kecewa dan tidak pernah kembali, “Jika orang-orang Kristen juga mengenal perbedaan kasta,” tulis Gandhi, “lebih baik saya tetap menjadi pemeluk agama Hindu.” Tindakan dari penjaga pintu itu tidak hanya mengkhianati Yesus, tetapi juga menyingkirkan orang yang mau percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat.

Terkadang kita meremehkan tugas gereja yang satu ini, padahal sedikit saja kita melakukan kesalahan, akibatnya fatal. Mungkin penjaga itu bermaksud menghargai seorang Mahatma Gandhi. Namun tindakan penjaga pintu ini sama saja dengan menyambut dengan baik pengunjung yang kaya dan menghina yang miskin. Tindakannya ini adalah perbuatan dosa yang sama beratnya dengan membunuh dan berzinah (Yakobus 2:9-11).

Sobat muda, tanpa disadari seringkali kita bertindak seperti penjaga pintu. Kita sulit memberikan sambutan hangat dengan mengesampingkan ras dan status sosial pada orang lain. Pertanyaannya, gimana kita akan membawa jiwa-jiwa bagi Yesus kalo sikap kita seperti penjaga pintu yang masih mengenal perbedaan? Ingatlah, di mata Tuhan, kita semua sama; ciptaan-Nya dan milik-Nya. Jadi, nggak ada alasan untuk membeda-bedakan! (RJW – Renungan Harian Remaja Yakobus 2:1-13)


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *