Renungan Harian Amsal 10: 4 (Miskin dan Kaya). Ketika umur 12 tahun, Adam Khoo dicap sebagai anak malas, bodoh, agak terbelakang, dan tidak ada harapan. Pada umur 13 tahun, ia dikirim ke Super-Teen Program yang diajari Ernest Wong dengan menggunakan Accelerated Learning Neuro Linguistic Programming dan Whole Brain Learning. Menurut Ernest Wong, “Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negatif”. Kalimat ini mempengaruhi Khoo. Ia yakin kalau ada orang yang nilainya A, ia juga bisa.

Miskin dan Kaya

Kita juga bisa belajar dari Salomo. Pertama, hasilnya: “miskin” tidak berharta; serba kekurangan; berpenghasilan sangat rendah (KBBI), “kaya” (mempunyai banyak harta, uang dsb (KBBI). Kedua, kinerjanya: “tangan yang lamban” (malas; VMD, KSKK, TMV, KS Revisi Shellabear 2011, FAYH); malas, tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu (KBBI), dan “tangan orang rajin” (bekerja keras; VMD, tangan yang rajin; KSKK, KS Revisi Shellabear 2011, pekerja yang rajin; FAYH); rajin, suka bekerja, belajar; getol; sungguh-sungguh bekerja; selalu berusaha giat (KBBI). Ketiga, pelakunya; “tangan” (ditekankan karena merupakan alat untuk bekerja), “orang”, “pekerja”.

Dengan penjelasan-penjelasan itu, kata kuncinya terletak pada kinerja si pelaku. Jika malas atau tidak mau bekerja, hasilnya tidak berharta, serba kekurangan, berpenghasilan sangat rendah. Jika rajin, suka bekerja dan belajar dengan sungguh-sungguh dan giat, hasilnya berharta, beruang banyak, dsb. Semua ini tergantung keputusan yang kita ambil.

Karena itu, untuk menjadi rajin, Anda harus bisa memotivasi diri untuk menjauhi kemalasan. Biasanya kemalasan sering muncul dengan berbagai alasan. Jadi, Anda tidak bisa mengikuti keinginan buruk tersebut, yakinkan diri sendiri keinginan tersebut hanya merugikan saja. (ia)