Renungan Harian Remaja Lukas 15: 11-32 | Sikapilah Dengan Dewasa

Renungan-Harian-Remaja-Lukas-16-10-15-Kebiasaan
Renungan Harian Remaja Lukas 16: 10-15 | Kebiasaan
2017
Renungan-Harian-Remaja-Kejadian-42-18-25-Menahan-Kebaikan
Renungan Harian Remaja Kejadian 42: 18-25 | Menahan Kebaikan
2017
Show all

Renungan Harian Remaja Lukas 15: 11-32 | Sikapilah Dengan Dewasa

Renungan-Harian-Remaja-Lukas-15-11-32-Sikapilah-Dengan-Dewasa


Renungan Harian Remaja Lukas 15: 11-32. Saat anak bungsu yang terhilang itu kembali, seketika saja si anak sulung mengeluh, ‘Benar-benar bikin jengkel aja! Dulu pergi semau gue, bawa- bawa harta segala. Sekarang, tanpa diundang datang dan peluk-peluk papa pake pakaian bau lagi, huh…munafik!”

Sebelumnya anak sulung ini sudah ngambek duluan sama papanya lantaran sikap papanya yang dianggap kebablasan. “Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untukku bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan semua harta kekayaan bapa, bapa malah menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.”

Tidak Dewasa

Sungguh sikap yang tidak dewasa sedikit pun! Sikap yang menganggap bahwa orang jahat mustinya masuk neraka tanpa ada kesempatan sedikit pun untuk bisa bertobat, nggak peduli biar pun yang jahat itu adalah adiknya sendiri. Anak sulung anggap, bahwa melayani papanya adalah ibadah yang akan mendatangkan pahala besar karena sudah menyenangkan hati papanya.

Dia nggak mau tahu bahwa sebenarnya papanya itu akan jauh lebih senang jika si sulung mau mengasihi apa yang papanya kasihi. Melayani dengan motivasi cari “imbalan” baik itu berupa cari image yang bagus dihadapan manusia ataupun cari nama dan harta dengan bertopeng melayani, sungguh tidak mencerminkan kedewasaan seorang anak sulung.

Orang-orang yang sekarang kita anggap jahat menurut kaca mata kita suatu waktu akan kembali bak seorang “anak terhilang”. Sayangnya, pertobatan mereka seringkali tidak kita sambut dengan kasih dan sukacita, sebaliknya kita bersikap seperti anak sulung yang dihatinya penuh iri, kebencian, memusuhinya dan menganggap dosa masih melekat di hidupnya.

Padahal Bapa di surga aja tidak sekejam kita didunia. Di Hati-Nya penuh dengan pengampunan dan kasih. Karena itu, bersikap dewasa sangat penting di saat kita diperhadapkan dengan mereka yang membutuhkan kasih Bapa. (RJW – Renungan Harian Remaja Lukas 15: 11-32)


Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui firman Tuhan setiap hari. Semoga melalui setiap artikel yang dibagikan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *