Renungan Harian Kejadian 19: 15-25 ( Orientasi yang Sejati ). Gempa mengguncang Pegunungan Bintang, Papua. Kekuatan gempa adalah 5,6 Skala Richter, terjadi di 32 km barat laut Pegunungan Bintang. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menginformasikan kedalaman gempa 134 km. Pusat gempa terjadi di darat. “Pusat gempa yang menyebabkan pengaruh guncangan tidak kuat”, kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 26 April 2016.

Orientasi yang Sejati

Begitu pula saat fajar menyingsing, ketika Sodom-Gomoro akan dimuskahkan Tuhan dengan belerang dan api, 2 malaikat mendesak Lot, istri dan 2 anak perempuannya supaya meninggalkan Sodom. Dalam pelarian itu, malaikat sudah berpesan supaya mereka tidak menoleh belakang. Lot dan kedua putrinya selamat karena menuruti pesan itu. Hanya istri Lot yang tidak selamat karena melanggar pesan itu. Ia menjadi tiang garam karena menoleh ke belakang. Namun, dalam kisah itu, tidak ada penjelasan yang menyebabkannya. Dalam Injil, kalau ia binasa, ia ingin mengambil barang-barangnya untuk diselamatkan tetapi hasilnya kehilangan nyawa (Luk. 17: 31-33).

 

Karena itu, kalau keselamatan jiwa saja diperhatikan Tuhan, pasti harta benda akan dikaruniakan juga. Mustahil tidak! Karena itu orientasikan hidup Anda hanya kepada Tuhan bukan kepada benda. Bagaimana pun juga, dalam kasus di atas, benda tidak dapat menolong hanya Allah yang mampu menolong. Memang benda itu merupakan kebutuhan kita tetapi jangan orientasikan hidup Anda kepadanya. Ubahlah dan perbaruilah cara berpikir yang demikian. Mendekatlah kepada Allah sehingga Anda mendapatkan keselamatan dan karunia bendawi. (abr)