Renungan Harian Mazmur 94: 17-19 | Sekawanan burung gagak. Kami berkemah di Raven’s Roost Campground Yellowstone National Park. Sebelum fajar, kami terbangun oleh suara gagak yang kasar. Saat itulah kami sadar mengapa satu istilah Amerika untuk sekawanan burung gagak adalah unkindness, artinya ‘tidak bersahabat’.

Aku teringat akan gagak-gagak itu saat membaca ayat yang dikutip di atas. Pikiran dalam batinku menyerangku bagaikan sekawanan gagak menggaok parau, “Terkutuklah kamu.” Pikiran dalam batinku itu sangat menggelisahkan – hampir tidak mungkin diabaikan.

Pemazmur mengatakan bahwa Allah mengembalikan kedamaian dan ketenangan, “Penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” Firman Allah penuh dengna janji-janji yang dapat kita renungkan untuk membawa penghiburan dan kedamaian di dalam pikiran kita. Aku sangat senang teks Zefanya 3: 17, “Tuhan Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, seperti pada hari pertemuan raya.” Sebagai ganti kata engkau, aku memasukkan namaku atau nama seseorang yang aku doakan. Aku merayakan kemenangan yang Allah berikan untukku dan temanku bahkan dalam situasi sulit. Ketika kita bersukacita dalam janji-janji ini, Allah mengembalikan kedamaian bagi jiwa-jiwa kita. (Mark Weinrich)

baca juga: Renungan Harian 1 Petrus 5: 7 | Jalan Serta Yesus Selamanya