renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap
renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap

Renungan Harian Mazmur 89: 36-37

Renungan Harian Mazmur 89: 36-37. Suatu hari pada tahun 1000 sebelum Masehi, Raja Daud mendapatkan sebuah ide yang besar. Ketika Raja Daud sedang bersantai di istananya yang baru di Yerusalem, Raja terbesar Israel ini menyesali sebuah kenyataan bahwa ia hidup di sebuah istana yang mewah, tetapi “rumah” Allah, tabernakel, tidaklah lebih dari sebuah tenda yang besar. Sehingga ia memutuskan untuk membangun sebuah bait Allah. Itu sebenarnya sebuah keinginan yang mulia, tetapi Tuhan berkata tidak. Tetapi Allah berjanji kepada Raja Daud: “Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

Inilah Perjanjian Allah kepada Daud (Davidic Covenant). Bahwa keturunannya akan terus memerintah di Israel. Untuk sekitar 400 tahun, Keturunan Daud berkuasa di Yerusalem. Tetapi ada suatu hal terjadi pada tahun 586 sebelum masehi, Raja Babel yang bernama Nebukadnezar mengalahkan kerajaan Israel Selatan (Yehuda) dan mengasingkan banyak orang. Sejak saat itu, sampai hari ini, tidak ada lagi keturunan Daud yang berkuasa lagi. Apakah janji Tuhan itu gagal? Sama sekali tidak, Janji Tuhan itu digenapi di dalam Yesus, anak Daud!

APAKAH ARTINYA?

Mulai dari hari ini sampai tiga hari ke depan, kita akan bersama-sama melihat bagaimana Yesus menggenapi nubuatan yang ada dalam Perjanjian Lama. Kita akan memulai dengan melihat janji Allah kepada Raja Daud. Bagaimanakah Yesus, yang adalah Putra Allah yang kekal, juga adalah anak Daud? Istilah “anak Daud” adalah gelar simbolis (Matius 1:1) yang diberikan kepada Yesus untuk memperlihatkan bahwa ia adalah keturanan Yahudi dan keturunan kerajaan.

Yusuf, ayah Yesus, merupakan “seorang keturunan Raja Daud” (Lukas 2:4). Ketika Malaikat Gabriel menjanjikan kelahiran Yesus kepada Maria, ia berkata: “Ia (Yesus) akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Janji Allah mengenai Yesus tidak pernah gagal (2 Korintus 1:20). Yesus secara sempurna menggenapi janji Allah kepada Daud (Davidic Covenant) karena Yesus adalah Putra Allah yang berkuasa sampai selama-lamanya. Seperti dalam Yesaya 9:7a yang mengatakan, “Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya.” Yesus adalah anak Daud, Putra Allah, Raja segala raja, dan Tuhan segala tuhan. (Wahyu 19:16)!

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Mari bersama kita lihat silsilah Tuhan Yesus dalam Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38!

TAHUKAH ANDA?

Mulai dari anak Daud, Salomo, dua puluh Raja dari keturunan Daud memerintah sampai akhirnya Yerusalem jatuh ke tangan Babel.

Leave a Reply