Renungan Harian Matius 6 | Kumpulkan Bagimu Harta Di Sorga

Renungan-Harian-Mazmur-103-Tanpa-Tuhan-Kita-Bukan-Siapa-Siapa
Renungan Harian Mazmur 103 | Tanpa Tuhan, Kita Bukan Siapa Siapa
Renungan-Harian-Yohanes-3-Proyek-Besar-Allah-Membuka-Lowongan-Kerja
Renungan Harian Yohanes 3 | Proyek Besar Allah, Membuka Lowongan Kerja
Show all

Renungan Harian Matius 6 | Kumpulkan Bagimu Harta Di Sorga

Renungan-Harian-Matius-6-Kumpulkan-Bagimu-Harta-Di-Sorga

Renungan-Harian-Matius-6-Kumpulkan-Bagimu-Harta-Di-Sorga



Renungan Harian Matius 6 | Kumpulkan Bagimu Harta Di Sorga. Di Alkitab dikisahkan ada seorang yang punya tanah subur dan banyak menghasilkan panen melimpah. Karena lumbungnya sudah penuh, ia membuat lumbung-lumbung baru dan dipenuhi hasil panen. Lalu ia goyang kaki dan berkata kepada diri sendiri; “Lihat, simpananmu sudah cukup untuk bertahun-tahun. Makan, minumlah dan bersenang-senanglah.” Tetapi Allah berkata kepadanya; “Hai engkau orang bodoh ! malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Dan matilah orang itu saat itu juga. Lalu seluruh kekayaan itu akan jatuh ketangan siapa? Ya, demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya dihadapan Allah.” (Lukas 12: 13-21)

Kebanyakan orang berpandangan bahwa mengumpulkan harta di Sorga, terkait hanya dengan uang. Itu salah satunya.

Mengenai uang;

Kalau kita mengumpulkan uang di rumah atau di bank, seberapa uang yang kita kumpulkan tidaklah cukup memuaskan kita. Tidak ada batasan kita mau berhenti sampai kapan kita mengumpulkan uang. Justru semakin banyak uang, semakin kita kuatir akan uang itu akan berkurang.

Namun demikian, kita sudah susah-susah mengumpulkan uang untuk diri sendiri, ternyata orang lain yang menikmatinya. Ini sudah dinubuatkan dalam Alkitab demikian;

“Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya.” (Pengkhotbah 5:10)

Ayat diatas berbicara bahwa  kita sebenarnya hanya saluran berkat Tuhan. Menumpuk harta bagi diri sendiri justru membuat masalah atau menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Untuk itu Yesus memberi solusi bagi siapa yang suka menumpuk harta,  demikian;

“Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu, pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah aku.” Markus 10:21

Ayat ini berbicara mengenai;  ada roti yang dimakan,  ada juga benih yang ditabur. (2 Korintus 9:10) Jadi persediaan makanan (harta yang kita kumpulkan) tidak dimakan sendiri, namun juga ada yang ditabur. Dan Tuhan akan melipatgandakan benih yang kita tabur serta menumbuhkan buah-buah  kebenaran bagi kita.

Harta juga berbicara tentang ; waktu kita, keahlian kita,  bakat kita, ketrampilan kita, serta segala sesuatu yang ada pada kita. Semua itu jangan digunakan untuk diri sendiri, tetapi gunakan semua itu juga untuk mendukung keperluan orang lain, terlebih untuk keperluan pekerjaan Tuhan. Dengan cara itu, semakin memperluas Kerajaan Allah dibumi ini.

Juga dengan cara itulah kita berbuat baik, sehingga kita bisa disebut mengumpulkan bagi kita harta di sorga.

 

APLIKASI

  1. Mengapa Allah memerintahkan untuk mengumpulkan harta bagi Anda di sorga?
  2. Kalau Anda bersedia mengumpulkan harta di sorga, apa tindakan Anda?

 

KOMITMEN PRIBADI

Aku sadar sekarang bahwa harta yang Tuhan berikan padaku, tidak untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk keperluan orang lain dan keperluan pelayanan.

 

DOA

Tuhan mampukan aku untuk dapat menyalurkan harta pemberianMu, kepada orang lain dan untuk pekerjaan misi Tuhan di bumi.

 

Ditulis oleh: Natanael Agus Pratono

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *