1d-Kisah-28-11-31-Paulus-Setia-Memberitakan-Injil
Bahan Cerita Sekolah Minggu Kisah 28 : 11-31 | Paulus Setia Memberitakan Injil
2a-Ayub-1-1-5-Allah-Bangga-Dengan-Ayub
Bahan Cerita Sekolah Minggu Ayub 1:1-5 | Allah Bangga Dengan Ayub
Show all

Renungan Harian Matius 5: 6

renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap

renungan-harian-kristen-terbaru-dan-terlengkap



Renungan Harian Matius 5: 6. Hidup di Israel pada zaman Yesus tidaklah mudah. Mereka kadang sulit untuk mencari makanan dan air. Israel pada saat itu dikuasai pemerintahan Romawi dan mereka dikenakan pajak yang begitu tinggi. Banyak orang menjadi sangat miskin dan makanan kadang kala sulit mereka dapatkan. Jadi tidaklah mengejutkan setelah Yesus memberi makan 5000 orang, mereka berbodong-bodong mengikuti Yesus di hari berikutnya. Sehingga ketika Yesus melihat mereka, Yesus berbicara mengenai motivasi mereka yang sebenarnya dalam mengikuti Yesus, “sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (Yoh. 6:26) Ada juga contoh yang lainnya. Kelaparan juga merupakan tema yang penting dalam perumpamaan Yesus mengenai anak yang hilang (Luk. 15:11-31). Ia juga menyebut “roti” dalam beberapa perumpamaan-Nya (Mat. 7:9; Luk 11:5-8; dan Luk. 13:20-21), dan dalam Yoh. 6:35, Yesus menyebut diri-Nya sebagai “Roti Hidup”. Dalam Yoh. 4:10, Yesus juga menjanjikan akan memberikan “air hidup” kepada perempuan Samaria, kalau ia percaya kepada Yesus. Yesus sangat tahu siapa para pendengarnya. Sehingga ini menjadi alasan dimana Yesus mengatakan ucapan bahagia yang ke-empat ini.

APAKAH ARTINYA?

Yesus sangat tahu bahwa para pendengarnya sangat mengerti bagaimana rasanya hidup tanpa makanan dan air. Tetapi Yesus menginginkan para pengikut-Nya untuk lebih merindukan sesuatu yang lebih penting daripada kebutuhan jasmaniah. Yesus ingin kita secara aktif mengejar kebenaran seakan-akan kita tidak bisa hidup tanpa ini. Kata kebenaran ini mengacu kepada kehidupan moral yang baik. Karena Allah itu kudus, Allah-lah yang menjadi standar kebenaran yang sejati. Standar mengenai apa yang baik dan apa yang adil. Ul. 32:4 mengatakan bahwa Ia “Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.” Untuk bertumbuh seperti Kristus kita harus mengejar apa yang benar, apa yang baik, dan apa yang adil. Kita haruslah hidup berdasarkan standar kebenaran Allah dalam kehidupan pribadi kita dan di hadapan sesama. Ini tidaklah mungkin sebenarnya bagi manusia berdosa. Tetapi melalui karya salib, Yesus membenarkan kita (Rm. 5:19). Inilah yang memungkinkan kita orang-orang yang sangat tidak sempurna menjadi benar di hadapan Allah dan di hadapan manusia.

BACA JUGA:  Renungan Harian Yohanes 13: 1-20 | Teladan dalam Tindakan

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Mintalah Tuhan untuk menolong kita dalam mengejar kebenaran! Karena kita dapat melakukan kebenaran hanya dengan pertolongan Tuhan yang telah membenarkan kita sekali untuk selamanya.

TAHUKAH ANDA?

Dalam bahasa asli Alkitab, yaitu bahasa Ibrani (perjanjian lama) dan Yunani (perjanjian baru), kata “kebenaran” itu merupakan sinonim dari kata “keadilan”.

Baca juga: Renungan Harian Anak Matius 25: 19-28 | Talenta Dari Tuhan, Untuk Tuhan

Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *