Renungan-Harian-14-Februari-2019
Renungan Harian Yohanes 15: 13
14 Februari 2019
Renungan-Harian-Yosua-14-6-15-Meski-Tua-Tetap-Berprestasi
Renungan Harian Yosua 14: 6-15 | Meski Tua, Tetap Berprestasi
15 Februari 2019
Show all

Renungan Harian Matius 5: 5

Renungan-Harian-15-Februari-2019


Renungan Harian Matius 5: 5. Kelemahlembutan tidaklah lazim di zaman ini. Kini orang lebih suka film action yang penuh dengan kekerasan, memutar musik sekencang-kencangnya, menonton komedi yang penuh dengan sarkastik, dan mengendarai kendaraan secepat-cepatnya. Kelemahlembutan bukanlah ciri khas dari orang di zaman ini, tetapi Yesus memilikinya. Faktanya, Ia mendorong kita untuk memiliki kelemahlembutan. Inilah ucapan bahagia ketiga yang Yesus katakan: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”

APAKAH ARTINYA?

“Lemah Lembut” itu berarti rendah hati, tenang, dan penurut. Kelemahlembutan adalah karakter yang sangat bernilai. Maz. 37:11 mengatakan, “Tetapi orang-orang yang rendah hati (meek – NIV) akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.” Dan Alkitab juga memberikan banyak tempat yang mempromosikan kerendahan hati dan melawan kesombongan. (Contohnya dalam Mat. 23:12) Orang yang lemah lembut pasti menunjukkan kasih, mengutamakan orang lain, dan tidak berusaha untuk mengedepankan kepentingannya. Mereka adalah orang yang bersedia mendengar dan sedikit berkata-kata. Mereka tidak menilai tinggi akan diri mereka sendiri atau dengan egois mengejar kepentingan mereka sendiri. Mereka menyadari kelemahan mereka dan mereka sadar bahwa mereka sangat membutuhkan Tuhan.

Contoh paling utama mengenai kelemahlembutan adalah Yesus sendiri. Dalam Mat. 11:29, Yesus mengatakan bahwa Ia “lemah lembut dan rendah hati”. Yesus sampai rela melepaskan hak-Nya dan naik ke kayu salib demi menyelamatkan manusia yang berdosa seperti kita. Kelemahlembutan juga akan memberikan berkat yang luar biasa bagi kita. Yesus mengatakan bahwa orang yang lemah lembut akan “memiliki (mewarisi) bumi”. Ini berarti, setiap pengikut Kristus yang lemah lembut akan menikmati hidup yang penuh kedamaian di bumi, sama seperti yang dikatakan Mzm 37:11. Janji ini juga mengarahkan kepada berkat besar di masa yang akan datang yang akan dialami oleh orang-orang percaya pada kedatangan Yesus yang kedua kali (Why. 20-21).

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Hafalkan Mat. 11:28-30, sebuah bagian yang berbicara mengenai kelemahlembutan Kristus.

TAHUKAH ANDA?

Kelemahlembutan bukan berarti lunglai atau lemahlembut secara fsik saja. Tetapi kelemahlembutan ini berbicara mengenai perkara hati kita. Hati yang lemah lembut adalah hati yang mau dibentuk oleh Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Remaja Matius 4: 1-11 | Kuasa Firman Tuhan



Admin
Admin
Renungan Harian Kristen merupakan sebuah website/blog yang dibuat sebagai bentuk pelayanan pribadi dari admin di bidang multimedia. Kami hadir untuk Anda yang sedang mencari bahan renungan, ringkasan khotbah, maupun bahan cerita sekolah minggu. Kami juga merupakan wadah untuk berbagi berkat melalui renungan dari setiap kontributor.

Tinggalkan Balasan